Cak Nun Sebut Jokowi Sebagai Firaun: Kritiknya Proses Kematangan Bangsa

0
27
Cak Nun Sebut Jokowi Sebagai Firaun
Cak Nun Sebut Jokowi Sebagai Firaun (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube As-Salafiyyun)

BERKABAR.COM – Beredar sebuah video yang menunjukkan penceramah kondang Muhammad Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun sebut Jokowi sebagai Firaun.

Tidak hanya itu, dalam video tersebut selain Cak Nun sebut Jokowi sebagai Firaun, ia juga mengatakan menyamakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan sebagai Haman.

Top Mortar Semen Instan

Video Cak Nun sebut Jokowi sebagai Firaun ini mencuat setelah akun Twitter @GunRomli mengguhanya pada Senin, 16 Januari 2023.

Isi Video Kontroversial Cak Nun

Dalam video tersebut, Cak Nun mengatakan bahwa Indonesia juga telah dikuasai oleh Qorun yang ia sebut sebagai seorang pengusaha bernama Anthony Salim.

“Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi. Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 Naga. Terus Haman yang namanya Luhut,” kata Cak Nun seperti dikutip dari akun Twitter @GunRomli pada Selasa, 17 Januari 2023.

Cak Nun juga menyebutkan bahwa pemerintahan Indonesia telah diambil alih secara penuh oleh Jokowi dan Luhut.

“Negara kita sesempurna dicekel (dipegang) oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya,” papar Cak Nun.

“semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun,” lanjutnya.

Anggota DPR RI Bersuara

Di sisi lain, Luqman yang merupakan anggota DPR RI dari partai PKB mengatakan agar masyarakat tidak bereaksi berlebihan atas kritikan tersebut.

Luqman mendengar ada beberapa pihak yang tidak terima dengan hal tersebut dan ingin membawanya ke ranah hukum. Hal itu menurutnya tidak perlu.

“Saran saya, kepada pihak-pihak yang berencana melaporkan Cak Nun ke Polisi, diurungkan saja,” kata Luqman dikutip dari Suara pada Selasa, 17 Januari 2023.

Menurutnya Luqman, kritik yang dilontarkan oleh Cak Nun adalah bentuk dari salah satu cara untuk membangun rasa kritis dari masyarakat sebuah bangsa.

“Kehadiran Cak Nun dengan kritik-kritiknya yang tajam adalah kekayaan bagi proses bangsa ini membangun kematangan,” papar Luqman.

Selain itu, Luqman juga merasa orang yang memiliki niatan untuk memenjarakan Cak Nun karena hal ini tidak memahami esensi budaya dari perkataan Cak Nun.

“Menurut saya, mempolisikan Cak Nun berarti tidak memahami esensi kebudayaan sebagai jalan memperbaiki peradaban,” pungkasnya.

(***)

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here