Jualan Properti Makin Sip dengan VR

0
18

Kini perkembang aplikasi jual beli properti dengan cara pintar. Konsumen cukup melihatnya secara firtual reality (VR) dengan panorama 3D. Seperti keberadaan teknologi Virtual Reality (VR). Apa sih VR?

Menurut Wikipedia, Virtual Reality atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment). Suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi.

Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik. Tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Gampangnya VR menghadirkan sesuatu di depan mata seolah-olah nyata. Bahkan Google pun memproduksi Cardboard sebagai alat bantu melihat VR dengan gadget berbasis Android. Untuk versi premium, Google juga memproduksi Daydream yang bisa berinteraksi dengan VR. Dengan melihat video atau foto VR maka konsumen bisa merasakan sensasi seolah sedang berada di lokasi yang ada di dalam tampilan gambarnya.

Properti yang dipasarkan menggunakan teknologi VR, konsumen sudah bisa “merasakan” masuk di dalam rumah. Bahkan pada fitur premium dengan gadget tambahan, calon konsumen dapat merubah lantai, warna cat, interior dll. Jadi pengembang tidak perlu membangun rumah contoh terlebih dahulu untuk bisa jualan. Atau selama membangun rumah contoh, VR ini akan sangat membantu memvisualisasikan rumah dengan sesungguhnya.

Tidak hanya pemasaran properti, tapi hotel, guesthouse, penginapan juga membutuhkan teknologi VR ini. Sehingga calon konsumen yang mau menyewa sudah bisa “merasakan” kamar tempat mereka menginap sejak dari gadget di tangan mereka.

VR ini berbasis web sehingga membutuhkan website. Dikombinasi dengan media offline, bisa dipasang QRCode (semacam barcode) di brosur, iklan koran dan media offline lainnya yang memungkinkan, kemudian calon pembeli melakukan scanning QRCode dengan gadget-nya. Kemudian secara otomatis akan mengarahkan menuju web yang sudah ditanam teknologi VR.

Akan semakin banyak digunakan Menurut Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, tidak lama lagi perusahaan real estate akan banyak menggunakan teknologi inovatif ini. Apa yang kita lihat sekarang dengan menggunakan alat VR ini, kata dia, investor akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mengetahui tentang properti yang ingin mereka beli dan kemudian berpikir untuk berinvestasi.

Namun kendalanya adalah menggunakan teknologi canggih seperti VR ini membutuhkan biaya yang mahal. Dan bagi sebagian besar perusahaan properti langkah logis yang bisa dilakukan saat ini adalah mengambil foto dengan menggunakan kamera panorama 3D.

“Di masa depan, ketika proyek besar sudah diminati oleh investor maka Anda bisa memberikan jaminan untuk menggunakan VR sebagai bagian dari penjualan,” kata Mart Polman.

Dengan adanya VR, mencari dan membeli properti jadi sangat mudah. Bahkan dengan teknologi ini, konsumen pun bisa membeli properti di negara lain tanpa harus repot-repot pergi ke negara yang bersangkutan. Konsumen bisa melakukannya di dalam rumah sambil menyeruput kopi dan menonton televisi.

Berita sebelumyaAsus VivoBook Pro F570 Dibandrol Rp11 Juta
Berita berikutnyaDituding Sampaikan Data Invalid, Jokowi: Data dari Kementrian dan Lembaga