Perusahaan Properti, Ramai-ramai Melantai di Bursa

0
14

Hampir dua dekade sejak 1997-2017, jumlah perusahaan properti yang melantai di BEI masaih bisa dihitung jari. Menurut catatan Properti Indonesia sejumlah perusahaan properti baru kembali ramai-ramai melantai di BEI sepanjang tahun 2018.

Perusahaan properti yang mencatatkan dirinya di BEI pada semester kedua 2018 adalah PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk yang mencatatkan saham baru dengan kode saham RISE. Perseroan ini menawarkan 1,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 pada 2-4 Juli 2018. Harga saham perdana yang ditawarkan Rp163 per saham dengan total dana diraup sekitar Rp244,5 miliar. Perseroan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Sepanjang bulan Juli ada 3 perusahaan properti yang mencatatkan diri di BEI. PT Pollux Properti Indonesia Tbk adalah salah satunya. Perusahaan ini menargetkan laba bersih tahun 2018 dapat meroket sekitar 300% dibandingkan tahun lalu.

Donisius Adi, Direktur Pollux Properti Indonesia, mengatakan bahwa tahun ini perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp1,6 triliun dan laba bersih Rp400 miliar. Target ini melonjak signifikan bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan tahun lalu. Tahun 2017, emiten dengan kode saham POLL ini membukukan pendapatan Rp442 miliar dan laba bersih Rp100 miliar. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini diproyeksikan masing-masing 262% dan 300%.

Dua perusahaan lain yang mengekor Pollux, yakni PT Jaya Sukses Makmur Tbk (RISE), dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM). Ketiga perusahaan ini kompak mencatatkan kenaikan harga saham di pencatatan perdananya. Bahkan hingga saat ini, harga saham ketiga emiten itu masih menanjak sejak masa pencatatannya. Saham DFAM misalnya, menguat hingga 865% sejak listing. Lalu, harga saham RISE naik sebesar 32,63% dan harga saham POLL menguat 39,37% sejak listing di bursa.

Di bulan Agustus, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) secara resmi terdaftar di BEI. Trimitra Propertindo mencatatkan saham perdana pada 23 Agustus. Sejak IPO, emiten ini mencatatkan kenaikan harga 237,18%. PT Trimitra Propertindo Tbk. membidik pertumbuhan laba lebih dari 100% pada tahun ini menjadi Rp70 miliar. Tahun lalu, laba perusahaan yang baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini hanya mengantongi Rp32 miliar.

Tak ingin ketinggalan, PT Kota Satu Properti yang mencatatkan di BEI pada bulan Oktober dengan menggelar penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Berdasarkan prospektus awal, perusahaan properti ini akan melakukan IPO sebanyak 500 juta saham setara dengan 40% dari modal yang disetor dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham.

Adapun dana hasil IPO nanti digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja entitas anak usaha. Kota Satu Properti berencana menggelontorkan modal untuk anak usaha yang dimiliki langsung, yakni PT Kota Satu Manajemen,” jelas Herowiratno Gunawan, Direktur Utama Kota Satu.

Emiten baru di sektor properti dan real estat, PT Natura City Developments Tbk juga mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan dengan kode saham CITY ini menjadi perusahaan tercatat ke-37 yang mencatatkan sahamnya di tahun 2018 dan sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-600 di BEI.

CITY melepas 2,6 miliar unit saham ke publik dengan harga penawaran umum perdana saham atau IPO sebesar Rp 120 per sahamnya. Dengan aksi korporasi ini, perseroan bakal meraih dana IPO sebesar Rp 312 miliar. Di debut perdananya hari ini, saham CITY terpantau naik 70 persen atau terkerek 84 poin ke posisi Rp 204 per saham.

Berikutnya ada PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) menjadi emiten ke 41 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) selama tahun 2018.

Saat perdana diperdagangkan saham MPRO tercatat menguat 77 poin atau 70 persen dari harga penawaran Rp 110 ke level Rp.187 per saham. Di level itu saham ini sudah ditransaksikan sebanyak 219 lot senilai Rp.4,1 juta dengan 4 kali transaksi. MPRO saat IPO melepas sebanyak 1.492.500.000 lembar saham. Dalam aksi korporasi ini perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini mengantongi dana segar sekitar Rp.164,15 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, mengatakan, pihaknya menyambut baik bergabungnya kedua perusahaan ini dan mengimbau agar selalu mengikuti peraturan dengan berkomitmen memberikan secara konsisten informasi publik.

“Mulai saat ini kedua perseroan sudah dan telah memasuki publik arena. Di mana publik regulator dan stakeholder akan selalu melakukan monitoring atas performance dan progress,” kata Nyoman Yetna Setia di Jakarta, Oktober lalu.

Sementara itu pada bulan November 3 perusahaan properti juga ikut melantai di BEI. Mereka adalah PT Urban Jakarta Propertindo, PT Nusantara Properti Internasional, PT DMS Propertindo. Ketiga perusahaan properti ini adalah bagian dari 17 peruasahaan yang membukukan sahamnya di BEI sepanjang bulan November.

Berita sebelumyaPutus Kontrak dengan BPJS, Pasien Dipindah ke RS Lain
Berita berikutnyaAnies Baswedan Serahkan Bantuan Rp 33,6 Miliar untuk Korban Gempa Lombok