Properti Palu Pasca Gempa, Berharap Segera Bangkit

0
21

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat REI, Paulus Totok Lusida mengatakan sejumlah proyek perumahan yang dibangun oleh anggota REI di Palu, Sulawesi Tengah, tidak mengalami kerusakan berarti. Menurut Totok, ada lima perumahan yang hanya sedikit mengalami kerusakan. Lokasi perumahan itu berada di wilayah Palu dan sekitarnya.

Totok mengaku bahwa perumahan itu juga mendapat pujian dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena kualitas yang dinilai cukup bagus.

“PUPR bilang hampir tidak terdampak gempa. Itu bagus, bisa jadi contoh nasional,” imbuhnya. Meski demikian, ada perumahan terdampak lumpur yang dibawa arus air sebagai efek berkelanjutan dari tsunami yang terjadi. “Kalau yang terdampak lumpur enggak bisa dihindari karena ada tsunami,” kata Totok.

Sementara itu, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sulawesi Tengah, Musafir Muhaemin optimistis prospek pembangunan perumahan di kabupaten/kota terdampak bencana di Sulawesi Tengah segera membaik. “Kami selalu optmistis, namun untuk penjualan untuk tiga bulan ke depan agak melambat, bila dibandingkan sebelum bencana,” kata Musafir.

Meski demikian ia tak memungkiri jika para pengembang properti mengalami perlambatan angka penjualan itu disebabkan belum kondusifnya perekonominan daerah, berkurangnya tenaga kerja karena trauma, hingga mereka yang eksodus ke luar Sulawesi Tengah.

Musafir mengatakan saat ini sejumlah pengembang telah kembali melakukan aktivitas pembangunan, khususnya di wilayah yang yang tidak terdampak likuafikasi, seperti di Kalukubula, Kabupaten Sigi dan Kelurahan Tondo, Kota Palu.

“Sebagian pengembang yang terdampak, telah mengajukan keringanan pembayaran untuk kredit pembiayaan sektor konstruksi kredit pembayaran bunga sampai 6 bulan ke pihak perbankan,” ujar Musafir Pengamat hukum properti Eddy Leks mengatakan, bencana Palu dan sekitarnya masuk dalam kategori peristiwa force majeur yang merugikan berbagai pihak. “Developer dan konsumen sama saja dirugikan. Begitu juga dengan perbankan yang membiayai pembelian dari cicilan juga terkena dampaknya,” kata Eddy.

Eddy menambahkan, biasanya hal ini diatur dalam perjanjian jual beli atau juga surat pesanan unit rumah dan ini masuk dalam ranah perdata. “Baiknya diselesaikan dengan musyawarah sehingga ada kesepakatan dalam penyelesainnya. Jangan sampai ada yang dirugikan karena biasanya unit-unit rumah tersebut ada asuransinya,” tegas Eddy.

Untuk itu, Eddy berharap pihak-pihak terkait lebih aktif dalam menyelesaikan masalah ini. Apalagi banyak bangunan bergeser dan ada tanah yang oleh pemerintah tidak boleh dibangun rumah lagi di atasnya. “Masyarakat yang rumah roboh dan tersapu tsunami harus megukur kembali batas tanah miliknya sehingga tidak ada masalah dikemudian hari terkait batas tanah, bangunan miliknya. Disinalah diperlukan peran pemerintah kota menjadi penengah untuk kembali memetakan tanah-tanah milik warganya,” kata Eddy.

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, Bernardus Djonoputro mengatakan hal pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah Rapid Assessment pasca bencana, dimana kawasan rawan bencana di petakan di atas peta geologi baru pasca gempa, dengan sudah memperhitungkan sesar-sesar baru yang terjadi pasca gempa.

Selanjutnya secara paralel, gubernur, Wali Kota Paku dan Bupati Donggala segera menginisiasi revisi RT/RW Provinsi, RT/RW Kota Palu dan RT/RW kab. Donggala. Revisi ini dilakukan menyeluruh dengan penekanan pada Rencana Tata Ruang berbasis mitigasi bencana. “Revisi RT/RW Harus di fokuskan pada penyesuaian kawasan-kawasan yang cocok untuk di konsolidasi (land consolidation) bagi penempatan Huntap (hunian tetap) ke depan-nya “katanya.

Menurutnya hidup di tengah alam ring of fire seperti Indonesia ini memerlukan tata ruang yang berketahan bencana, serta didukung oleh teknologi dan kesiapan sosial warga. Pemerintah seharusnya jangan segera buru-buru menentukan lokasi Huntara (hunian sementara) tanpa assessment yang mendasar.

Berita sebelumyaIni Fakta Trans Papua Hingga BBM Satu Harga
Berita berikutnyaRilis 2019, Ini Bocoran Samsung S10