Main Monoton Penyebab Kekalahan Owi/Butet

0
110
Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir mengaku tidak bermain dalam performa terbaik di babak final Kejuaraan Asia 2018, dan harus puas dengan medali perak. (Dok PBSI)

Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir menuturkan bahwa mereka tidak bermain dengan apik di partai final Kejuaraan Asia 2018, Minggu (29/4). Pola permainan yang kurang variatif membuat keduanya harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Wang Yilyu/Huang Dongping (Tiongkok) usai kalah dengan skor 17-21 dan 17-21.

“Sebetulnya di awal sudah benar, namun ada sedikit kesalahan yang membuat mereka bangkit. Kami tidak bisa menahan laju poin mereka. Mungkin karena kami terlalu fokus, jadi mainnya monoton dan tidak mengubah ritme,” kata Butet.

Butet menuturkan, pertahanan rapat Yilyu/Dongping yang rapat juga membuat mereka frustrasi. “Jadi kami juga ada keraguan (dalam menyerang, Red),” katanya.

Sementara itu, Owi menuturkan bahwa kuatnya benteng musuh membuat ia terburu nafsu dalam meraih poin. Sial, hal itu malah berbuah fatal dengan banyaknya kesalahan sendiri.

“Intinya kami kurang sabar mainnya,” kata Owi yang juga dibenarkan Butet. “Memang yang penting itu dari pikirannya. Dapat poinnya memang susah, harus lebih sabar,” kata Butet.

Owi/Butet pun meraih medali perak atas pencapaian ini, sementara Yilyu/Dongping semringah di puncak podium dengan medali emas.

Di partai final lain, ratu bulu tangkis dunia Tai Tzu Ying (Taiwan) masih menunjukkan supremasinya di sektor tunggal putri. Ia mengandaskan Chen Yufei (Tiongkok). Sementara itu, pasangan Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok) keluar sebagai jawara ganda putra usai menumbangkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang).

Jepang sendiri meraih dua gelar juara lewat pemain tunggal putra Kento Momota, dan pasangan ganda putri Yuki Fukushima /Sayaka Hirota.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaKlasemen Formula 1 2018: Hamilton Ambil Alih Singgasana
Berita berikutnyaPolitisi Gerindra Ajak Kader Parpol Pengusung Jokowi Dukung Prabowo Jadi Presiden