Untuk Ketiga Kalinya, Martina Hingis Katakan Akan Pensiun

0
277

Martina Hingis mantan petenis putri no.1 dalam dunia tenis putri yang berasal dari Swiss. Martina Hingis akan menutup kariernya sebagai petenis profesional pada akhir pekan ini. Kali ini untuk ketiga kalinya Hingis menyatakan dirinya pensiun dari dunia tenis.

Pada pekan ini WTA Finals di Singapura akan menjadi turnamen terakhir yang diikuti Hingis. Di ajang tersebut, Hingis berpasangan dengan Chan Yung-Jan (Taiwan) dan lolos ke semifinal.

Hingis, saat ini berusia 37 tahun dan telah mengoleksi 25 titel grand slam sejak melakukan debutnya pada 1994. Dia punya lima gelar di nomor tunggal putri, tujuh di nomor ganda campuran, dan 13 di nomor ganda putri.

“Jika sekarang melihat ke belakang, sulit untuk memercayai bahwa saya melakukan debut profesional nyaris tepat 23 tahun lalu,” ujar Hingis dalam akun Facebook-nya.

“Tahun-tahun berikutnya adalah tahun-tahun paling membahagiakan dalam hidup saya, baik secara pribadi maupun profesional, tapi saya yakin sudah tiba saatnya saya pensiun, yang akan saya lakukan setelah pertandingan terakhir saya di Singapura,” kata mantan petenis nomor satu dunia itu.

Dalam karier Hingis sebagai petenis tidak selalu lurus, terdapat lika-liku. Usai menang lima gelar grand slam di nomor tunggal putri pada tahun 1997-1999, ia diganggu cedera berkepanjangan. Hal tersebut memaksanya untuk pensiun sampai tahun 2003 saat usianya baru 22 tahun.

Hingis kembali ke WTA Tour pada 2006. Akan tetapi, setahun kemudian, dia dihukum larangan bertanding dua tahun gara-gara positif mengonsumsi kokain. Kasus ini membuatnya pensiun untuk kedua kalinya.

Hingis kembali lagi ke lapangan tenis pada 2013. Sejak saat itu, dia meraih kesuksesan besar di nomor ganda dengan memenangi empat gelar grand slam di nomor ganda putri dan enam gelar grand slam di nomor ganda campuran.

Hingis sampai sekarang masih menempati peringkat satu dunia di ganda putri bersama Chan Yung-Jan. Dirinya menjelaskan sebuah alasan kenapa ia memutuskan untuk pensiun sekarang.

“Orang-orang mungkin berpikir, ‘setelah tahun seperti ini, setelah musim seperti ini … ‘ tapi saya pikir ini juga waktu yang sempurna. Anda ingin berhenti ketika berada di puncak dan bukan ketika Anda sudah mengalami kemunduran. Anda tak bisa meminta akhir yang lebih baik seperti itu,” pungkas Hingis di situs resmi WTA.

Berita sebelumyaSungguh Tega Nenek Ini, Kebaikan Bagong Disalahgunakannya
Berita berikutnyaLima Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit Akibat Wahana Arung Jeram Terbalik di Dufan Ancol