Harga Tiket Pesawat Mahal, Jokowi Salahkan Pertamina, dan Beri Sinyal Izin Perusahaan Lain Jual Avtur

0
16

Mahalnya harga tiket pesawat terbang sejak dua bulan terkahir di tahun 2018 telah dirasakan masyarakat yang berujung sepinya jumlah penumpang yang terbang dengan maskapai penerbangan domestik.

Bahkan sejak awal tahun masyarakat lebih memilih menggunakan maskapai penerbangan asing meski transit di Siangapura atau Malaysia hanya untuk traveling antar pulau di Indonesia. Hal ini ditempuh lantaran tiket pesawat asing jauh lebih murah dari domestik. Kok bisa?.

Sayang mahalnya tiket pesawat ini tak diketahui Presiden Joko Widodo. Jokowi mengaku kaget dengan harga tiket maskapai penerbangan nasional mengalami kenaikan signifikan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah mendapatkan keluhan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani terkait mahalnya harga tiket pesawat dalam acara Gala Dinner 50 Tahun PHRI di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (11/2/2019).

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget,” ujar Jokowi.

Mahalnya harga tiket maskapai nasional, seperti Garuda Indonesia karena harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional.

Melihat kondisi tersebut, Jokowi pun akan memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk meminta kejelasan terkait harga avtur, dimana saat ini terjadi tindakan monopoli.

“Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur disitu dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen,” ujar Jokowi.

Selisih harga avtur di dalam negeri dan internasional yang terpaut jauh, kata Jokowi, harus dibenahi agar tercipta daya saing yang sehat dan akhirnya harga tiket maskapai menjadi kompetitif.

“Kalo ini terus-teruskan (dibiarkan mahal), ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat, karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat,” papar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan jika nantinya Pertamina tidak bisa menyesuaikan harga avtur di dalam negeri seperti harga internasional, maka akan diberikan izin perusahaan lain untuk dapat menjual avtur di Indonesia.

Berita sebelumya69 Tahun Bank BTN Sukses Realisasikan Kredit Senilai Rp523 Triliun
Berita berikutnyaPendaftaran ASN Jalur PPPK Belum Bisa Dilakukan