Tak Terbendung, Takligh Akbar Solo Dihadiri 50 Ribu Jamaah

0
21

Tabligh akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 digelar di kawasan Gladag, Solo, Minggu (13/1) begitu menyedot perhatian warganet. Pasalnya aksi yang sempat dihadang aparat kepolisian karena tidak mendapat izin, akhirnya tak terbendung hingga dihadiri 50 ribu jamaah.

Massa yang datang tampak mayoritas mengenakan pakaian putih-putih. Banyak dari peserta yang membawa bendera maupun atribut-atribut lain bertuliskan kalimat tauhid.

Orasi dilakukan di atas mobil komando mengatakan banyak massa yang terhalang lokasi.

“Teman-teman kita dari Jawa Timur, dari berbagai daerah masih terhalang di jalan. Karena di mana-mana teman-teman kita dihalangi,” kata salah satu orator.

Tampak pengamanan aparat gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP dilakukan di sisi timur panggung. Mereka terlihat tanpa menggunakan senjata api.

Tokoh Muhammadiyah Amien Rais juga ikut menghadiri tabligh akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 Soloraya, Kota Solo. Kehadiran mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu langsung dipagar betis oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Sebelum meninggalkan lokasi tabligh akbar, Amien sambil berjalan menyampaikan, gelombang masyarakat terhadap perubahan dan ganti presiden sudah tidak bisa dibendung.

“Kegiatan ini tidak boleh diremehkan, ya. Jadi, Insyaallah saya melihat gelombang untuk merubah atau pergantian presiden sudah sangat amat kuat. Tidak bisa distop lagi,” kata Amien yang juga tokoh PA 212 itu.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Soloraya, Raden Jayendra Dewa mengatakan, tabligh akbar PA 212 untuk membangun spirit 212 di Monas. Ia ingin mengimplementasikan spirit tersebut di Solo. Namun, ia menyayangkan sikap aparat yang melakukan penyekatan peserta dari daerah lain yang masuk ke Solo. Akibatnya, banyak peserta tabligh akbar dari luar kota yang tidak bisa mengikuti tabligh akbar.

“Kami sangat menyayangkan banyak teman-teman kami, saudara kami yang tidak bisa ikut. Ada dari Madiun, Sragen, Yogyakarta dan lainnya. Ini sangat disayangkan,” kata dia.

Berita sebelumyaPuluhan Miliar dari Komunitas Golf, Diyakini Ada Kepentingan Elite
Berita berikutnya”Visi Presiden” Jokowi, Strategi Manipulasi Kampanye?