Ma’aruf Amin Lupa, MUI Pernah Haramkan Muslim Ucapkan Selamat Natal

0
9

mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)yang juga Cawapres nomor urut 1 Ma’ruf Amin lupa pernah mengatakan MUI pernah melarang muslim mengucapkan selamat natal.

Menurutnya selama ini organisasinya tidak pernah mengeluarkan fatwa tentang larangan mengucapkan selamat Natal.

“Enggak ada fatwa soal ucapan, fatwa yang ada itu fatwa mengikuti misa Natal. Jadi, bukan mengucapkan selamat,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan fatwa tentang larangan mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani. MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1981 di masa Ketua Umum MUI Prof. Dr. Buya Hamka.

Fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa KH. Syukri Ghazali dan Sekretaris H. Masudi. Isi fatwa ini menyatakan haram mengikuti perayaan dan kegiatan Natal.

Namun di kepemimpinan Ma’ruf, ada dua pendapat ulama tentang hal tersebut. Pendapat pertama, ulama garis keras melarang mengucapakan selamat Natal. Sementara ulama moderat, memperbolehkan asal tidak mempengaruhi ketauhidan. Ma’aruf disebut ulama yang moderat.

Ihwal fatwa haram perayaan dan kegiatan Natal, Ma’ruf Amin juga berpendapat bahwa yang tidak boleh adalah mengikuti Misa Natal, sementara merayakan diperbolehkan.

Namun dari jejak digital Desember 2016 dimana Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan Padangan dan Sikap MUI tentang larangan bagi seorang Muslim untuk mengenakan atribut keagamaan nonmuslim, termasuk atribut Natal.

Dalam keputusan tersebut, MUI menilai haram bila seorang muslim melakukan hal tersebut.

Lalu bagaimana sikap MUI jika seorang muslim mengucapkan selamat Natal terhadap umat Nasrani?

Menurut Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, soal ucapan Natal terhadap orang-orang yang merayakan Natal belum dibahas MUI.

Namun terkait perayaan ritual Natal oleh seorang muslim, Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan fatwa pelarangan untuk itu.

Namun demikian, Ma’ruf Amin mengaku dirinya tidak akan melakukan hal tersebut.
“Maksudnya (masih ada) perbedaan. Kalau ada perbedaan boleh atau tidak, saya tidak mau mengerjakan itu,” terangnya.

Berita sebelumyaRp 3,4 Miliar Untuk Bagi-Bagi Kemenpora dan KONI
Berita berikutnyaKetua Golkar Tanjung Lesung Tertangkap Selundupkan 15 Kg Sabu