Ini Fakta Trans Papua Hingga BBM Satu Harga

0
22

Papua kerap dijadikan bahan untuk kampanye tim pemebnangan Capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’aruf Amin. Agar tidak salah kaprah dan persepsi jika Trans Papua baru dibangun di era Jokowi adalah pembodohan publik. Demikian juga dengan penyetaraan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua dikesankan baru tercipta di era Jokowi.

Tokoh masyarakat Papua Natalius Pigai menegaskan, berdasarkan data yang dihimbun dari pemerintah daerah dan data lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Papua dan Papua Barat, Jokowi hanya membangun jalan sepanjang 827 km dari 12 ruas jalan yang dibangun. Sementara Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil membangun 3.444 km selama sepuluh tahun.

Senada dengan Pigai, tokoh masyarakat Papua Christ Wamea juga menegaskan, tidak benar, jalan Trans Papua baru dibangun era Jokowi. “Jadi selama ini ada narasi bahwa jalan Trans Papua itu baru dibangun oleh pemerintahan periode ini ITU TIDAK BENAR , semua presiden memiliki karya dalam membangun jalan Trans Papua. Terima kasih. Tuhan memberkati semua bapak dan ibu presiden yang telah membangun papua. “JUJUR ITU HEBAT”,” tulis Christ di akun Twitter @ChristWamea.

Trans Papua Ruas 1: MERAUKE-TANAH MERAH-WAROPKO. Panjang total ruas jalan ini 543 km. Dibangun pada jaman Pak SBY sudah terhubung semua 543 km. Sudah diaspal 479 km. Belum diaspal 64 km. Jembatan 638 m. Artinya pada pemerintahan ini hanya pengaspalan 64 km dan membangun jembatan 638 m saja.

Trans Papua Ruas 2: WAROPKO-OKSIBIL. Panjang TOTAL ruas jalan ini 136 km. Pada jaman Pak SBY dibangun dan sudah terhubung 70 km & diaspal 5 km. Belum terhubung 66 km. Jembatan 800 m. Jadi pemerintahan sekarang melanjutkan dengan hanya membangun 66 km dan jembatan 800 mtr.

Trans Papua Ruas 3: DEKAI-OKSIBIL. Panjang TOTAL ruas jalan ini 225 km. Pada jaman Pak SBY dibangun & sudah tersambung 197 km Belum tersambung 28 km. Jadi pada pemerintahan ini hanya mengerjakan 28 km saja.

Trans Papua Ruas 4: KENYAM – DEKAI. Panjang TOTAL ruas jalan ini 180 km. Pada jaman Pak SBY dibangun dan sudah tersambung 10 km. Belum tersambung 170 km. Jadi pada pemerintahan ini hanya bangun 170 km.

Trans Papua ruas 5: WAMENA-HABENA-KENYAM-MAMUGU; Panjang TOTAL ruas jalan ini 295 km. Dibangun pada saat Pak SBY sudah tersambung 258 km. Sisa yang belum terhubung 37 km. Ini artinya bahwa pemerintahan sekarang hanya mengerjakan 37 km.

Trans Papua Ruas 6: WAMENA-ELELIM-JAYAPURA. Panjang TOTAL ruas jalan ini 585 km. Pada jaman Pak SBY dibangun & sudah tersambung 470 km. Sudah diaspal 342 km. Belum tersambung 115 km. Artinya bahwa pada pemerintahan ini hanya mengerjakan 115 km yang belum tersambung.

Trans Papua Ruas 7: WAMENA-MULIA-HAGA-ENAROTALI. Panjang TOTAL ruas jalan ini 466 km. Pada jaman SBY dibangun dan sudah terhubung 237 km. Belum tersambung 229 km. Artinya bahwa pada pemerintahan ini hanya mengerjakan 229 km.

Trans Papua Ruas 8: WAGETE- TIMIKA. Panjang TOTAL ruas jalan ini 196 km. Pada jaman Pak SBY dibangun & sudah tersambung 172 km. Belum tersambung 23 km. Jadi pada pemerintahan ini hanya membangun 23 km saja.

Trans Papua Ruas 9: ENAROTALI-WAGETE-NABIRE. Panjang TOTAL ruas jalan ini 285 km. Pada jaman pak SBY dibangun sudah tersambung 285 km. Sudah beraspal 285 km. Artinya bahwa pada pemerintahan ini tidak membangun ruas jalan ini karena sudah selesai dibangun jaman Pak SBY.

Trans Papua Ruas 10: NABIRE-WINDESI-MANOKWARI. Panjang TOTAL ruas jalan ini 827 km. Pada jaman Pak SBY dibangun dan sudah tersambung 700 km. Sudah diaspal 259 km. Yang belum tersambung 127 km. Jadi pada pemerintahan ini hanya mengerjakan 127 km yang belum terhubung.

Trans Papua Ruas 11: MANOKWARI-KAMBUAYA- SORONG. Panjang TOTAL ruas jalan ini 596 km. Pada jaman Pak SBY dibangun dan sudah tersambung 566 km. Sudah aspal 537 km. Belum tersambung 30 km. Artinya bahwa pada ruas ini pemerintahan sekarang hanya mengerjakan 30 km saja.

Trans Papua Ruas 12: JEMBATAN HOLTEKAMP. Panjang TOTAL 733 meter. Panjang badan jembatan 400 meter. Jembatan pendekat 333 meter. Jembatan ini dibangun dengan mengunakan dana APBN dan APBD KOTA JAYAPURA. Dibangun oleh pemerintahan ini dan telah diresmikan oleh Bapak Presiden.

“JUJUR ITU HEBAT”

foto: merdeka.com

Untuk mengatasi kebutuhan & menekan harga semen di Papua, pada jaman SBY tahun 2013 telah dibangun pabrik pengemasan semen (packing plant) oleh PT. SEMEN INDONESIA (BUMN) di Kab. SORONG. Memiliki kapasitas hingga 2.200 sak/jam & dilengkapi dermaga khusus.

Pabrik semen yang dibangun di MARUNI MANOKWARI oleh investor China. Dibangun jaman SBY lalu telah diresmikan oleh SBY dan sudah produksi. Pada saat produksi pabrik ini Bapak Jokowi masih Gubernur DKI. Jadi tidak benar kalau pabrik semen di Maruni manokwari itu dibangun jaman Jokowi.

“Bandara Wamena, bandara Kaimana dan bandara kota Sorong itu diprogramkan dan dibangun oleh SBY lalu Jokowi hanya meresmikan saja, alias gunting pita saja,” kata Christ.

Akhir-akhir ini ada elit politik tertentu menjadikan Papua sebagai obyek pencitraan untuk kepentingan politik praktis sesaat, lalu memfitnah para Presiden terdahulu seakan-akan tidak mempunyai karya dalam membangun Papua. ITU TIDAK BENAR, masing-masing Presiden mempunyai karya dalam membangun Papua.

“Dari dulu harga BBM di seluruh SPBU di tanah Papua itu sudah satu harga dengan SPBU di seluruh Indonesia. Hanya di 13 Kabupaten DOB yang belum dibangun SPBU di sana, maka pada kepemimpinan Pak Jokowi perintahkan Pertamina bangun SPBU di sana. Jadi tidak benar kalau baru sekarang harga BBM satu harga,” pungkas Christ.

Berita sebelumyaPeraih Revolusi Mental Award Jadi Tersangka KPK
Berita berikutnyaProperti Palu Pasca Gempa, Berharap Segera Bangkit