Koster Tindak Toko Mafia Tiongkok Ilegal di Bali

0
16

Ramainya kabar ditutupnya sejumlah toko mafia tiongkok ilegal di Bali bukanlah isapan jempol belaka.

Pemerintah Bali terus didesak agar tegas dan tidak tebang pilih menutup toko berjaringan yang melanggar hukum.

Selama ini pemerintah terkesan hanya memburu mafia Tiongkok. Padahal, banyak toko berjaringan dari negara asing yang ditengarai juga tanpa izin alias melanggar hukum.

Menyikapi desakan masyarakat tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi selama ini adalah adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan beberapa toko Tiongkok

Menindaklanjuti adanya praktik ilegal mafia Tiongkok tersebut petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidak di beberapa toko China di Bali.

Mereka menyasar toko-toko yang ada di kawasan Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Kamis (1/11). Hasilnya, didapati empat toko yang sama sekali tidak menjual produk Indonesia di sana.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Kota Denpasar, I Nyoman Sudarsana mengaku tim gabungan itu berjumlah 40 orang.

Pihaknya bergerak lantaran menindaklanjuti dari dengar pendapat dengan DPRD Provinsi bersama unsur pariwisata dan pihak terkait lainnya,

“Ini sebagai tindaklanjut dari kami sesuai dengar pendapat yang telah berlangsung di DPRD Provinsi Bali,” katanya.

Dalam menegakkan Peraturan Daerah yang berlaku pihaknya akan memanggil keempat toko itu. Mereka dipanggil untuk dapat memberikan keterangan dengan membawa data pendukung usaha yang dimiliki dan seadaanya.

Berita sebelumyaDarmo Hill, Apartemen Premium Di CBD Surabaya
Berita berikutnyaMantan Menteri Jokowi Sudah Usul DHE Wajib Pulang Dari 3 Tahun Lalu