Rp 3,4 Miliar Untuk Bagi-Bagi Kemenpora dan KONI

0
20

Komisi Penyidikan Korupsi (KPK) yang telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait fee dana hibah Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI, diketahui aggaran dana hibah yang disalurkan Rp 17,9 milia. Dana tersebut disunat dipotong Rp 3,4 miliar untuk dibagi-bagikan ke sejumlah pihak.

Dalam OTT Kemenpora Selasa (18/12) malam, KPK menetapkan lima orang tersangka yakni, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara KONI Jhonny E Awuy sebagai pemberi, lalu penerima Mulyana yang merupakan Deputi IV Kemenpora, Adhi Purnomo sebagai pembuat komitmen, dan Eka Triyanto staf di Kemenpora.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai “akal akalan” dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya,

“Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dlalokasikan adalah sebesar Rp 17,9 miliar. Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebutm” katanya.

Menurut Saut, sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19.13% dari total dana hibah Rp17,9 miliar.”Yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar,” beber dia.

Saut menjelaskan setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait penyaluran bantuan dari Pemerintah.

“Barang bukti yang disita uang tunai Rp 318 juta,” tutup dia.

Berita sebelumyaTren Warna Hunian 2019; Dominasi Pastel dan Natural Masih Belanjut
Berita berikutnyaMa’aruf Amin Lupa, MUI Pernah Haramkan Muslim Ucapkan Selamat Natal