KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Tersangka Kasus DAK Tahun 2016

0
19
Foto : upstation.id

Pasca menetapkan ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka beberapa bulan lalu, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan sebagai tersangka.
Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 untuk kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“KPK menetapkan TK sebagai wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Basaria memaparkan, setelah M Yahya Fuad dilantik sebagai Bupati Kebumen, ia diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk Taufik.

“Saat itu terdapat rencana alokasi Dana Alokasi Khusus senilai Rp 100 miliar. Diduga fee untuk kepengurusan anggaran DAK ini adalah sebesar 5 persen dari total anggaran,” kata Basaria.

Dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar. “Diduga TK menerima sekurang-kurangnya sebesar Rp 3,65 miliar,” kata Basaria
Nama Taufik pernah mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa pengusaha asal Kebumen, Khayub Muhammad Lutfi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu 4 Juli 2018 lalu.

Yahya sendiri didakwa menerima suap sekitar Rp12 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen selama tahun 2016. Uang suap itu berasal dari para kontraktor yang akan mengerjakan berbagai proyek dari dana APBD 2016.

Uang dari para pengusaha itu sebagian diberikan kepada seseorang untuk pengurusan anggaran di pusat. Uang sebesar Rp1 miliar diberikan kepada seseorang di Hotel Gumaya, Semarang melalui Hojin Ansori.

Tak hanya itu, Yahya kembali menyerahkan uang Rp2 miliar kepada seseorang di Semarang, melalui mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Adi Pandoyo. Selain proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Yahya juga membagi-bagikan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen.

Elite Partai Amanat Nasional (PAN) itu merupakan wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen.

Atas perbuatan tersebut Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Taufik menambah daftar pihak yang diduga sebagai pelaku dalam perkara ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 9 orang lainnya sebagai tersangka terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dalam APBD-P tahun 2016, pengadaan barang dan jasa bersumber dana APBD Kabupaten Kebumen TA 2016 dan penerimaan suap oleh Bupati Kebumen bersama sama orang dekatnya dan 1 korporasi dalam dugaan tindak pidana pencucian uang.

Ke-9 tersangka terdahulu adalah SGW (Sigit Widodo) PNS pada Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, YTH (Yudhy Tri Hartanto) Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Periode 2014 2019, AP (Adi Pandoyo) Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, BSA (Basikun Suwandin Atmojo) Swasta, HTY (Hartoyo) Swasta, DL (Dian Lestari) Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen, KML (Khayub Muhamad Lutfi) Komisaris PT KAK, MYF (Muhamad Yahya Fuad) Bupati Kebumen 2016 2021, dan HA (Hojin Anshori) Swasta.

Berita sebelumyaHari Ini Operasi Zebra Dimulai, Lengkapi Identitas, Hidnari Perlanggaran
Berita berikutnyaMenikah dengan Irwan Mussry, Maia Ditemani Sang Ayah dan Ketiga Putranya