Sewa Gedung Tapi Tak Digunakan, OJK Berpotensi Rugikan Negara

0
28

Klikanggaran.com mengendus adanya potensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi merugikan negara. Sebab seluruh lantai Wisma Mulia yang disewa oleh ternyata tidak dimanfaatkan.

Bahkan OJK telah membayar sewa gedung Wisma Mulia 1 sebesar Rp412.308.289.800, dan Wisma Mulia 2 sebesar Rp76.979.371.392, tapi tidak seluruhnya dimanfaatkan.

Yang mengecewakan adalah, OJK seolah menolak memanfaatkan gedung yang dipinjampakaikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Prime Area. Padahal perhitungannya, dengan memanfaatkan gedung BI dan Kemenkeu, dapat berpotensi penghematan. Ketimbang harus menyewa gedung Wisma Mulia.

Alasannya, OJK telah menganalisis perbandingan biaya (melalui pendekatan least cost dan pro &. cons). Ini sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh DK OJK terkait pemanfaatan Gedung Wisma Mulai 1 dan Wisma Mulia 2. Hasilnya sebagai bertkut :

1. Tetap menggunakan gedung Menara Radius Prawtro (Bl) dan gedung Sumilro Djojohadlkusumo (Kementerian Keuangan) dengan pertimbangan biaya yang lebih rendah (least cost).

2. Melaksanakan pemanfaatan ruang kantor sewa di gedung Wisma Mulia yang mendasarkan pada metode least cost yaltu opsl 1. Yaitu penggunaan seluruh lantai yang disewa di gedung Wisma Mulia 2 sampai dengan tahun 2022.

3. Tidak melaksanakan opsi bell gedung wisma Mulia 1 dengan pertimbangan. Melakukan upaya-upaya dalam rangka penyediaan kantor pusat yang mandiri dalam satu lokasi terpadu sesuai kemampuan keuangan OJK.

Berita sebelumyaUndangan Telah Menyebar, Istana Batalkan Pelantikan Ketua BNPB Baru
Berita berikutnyaSri Mulyani Kembali Dinobatkan Sebagai Menteri Keuangan Terbaik