Dihadapan 3 Ribu Relawan Prabowo Minta Dukungan Logistik

0
32

Tiga ribu relawan calon pasangan Presiden nomor urut 2 Prabowo-Sandi memenuhi Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11). Relawan militan Prabowo-Sandi ini mengikuti pembekalan untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
Terlihat banyak relawan yang harus berdiri selama acara berlangsung. Sebagian lainnya berada di luar ruangan indoor Istora.

Pembekalan relawan, sifatnya internal tertutup yang kemudian berisi nanti tentang langkah-langkah yang akan dilakukan relawan menghadapi Pilpres 2019.

Maklum ajang demokrasi 5 tahunan kali ini berbeda dengan 2014 karena diselenggarakan berbarengan dengan pileg. Selain itu, pemilu sekarang juga sudah masuk era digital karena banyaknya media sosial tentu harus diberikan perbekalan.

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan para relawan diharapkan mendapat bekal pengetahuan terkait Pilpres 2019. Dari tahapan kampanye hingga proses pemilihan nanti.

“Apa yang harus dilakukan para relawan dalam tahapan-tahapan ke depan, sampai nanti pemilihan. Dalam rangka proses penggalangan, proses kampanye yang harus disinergikan,” ujarnya.

Ferry mengatakan pembekalan ini diikuti 296 kelompok relawan se-Jabodetabek. Di antaranya, GL-Pro 08, Jaringan Relawan Prabowo-Sandi (Jarpas), Laskar Garuda Bersatu (Ladatu), Relawan Kopi Demokrasi, dan masih banyak lainnya.

Acara tersebut juga dihadiri petinggi partai politik dari Koalisi Indonesia Adil Makmur seperti, Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Presiden PKS M. Sohibul Iman, petinggi Partai Berkarya Titiek Soeharto. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso dan Penasehat BPN, Rachmawati Soekarnoputri juga terlihat hadir.

Ada dua poin yang menjadi permintaan Prabowo, yakni pemeriksaan daftar pemilih tetap dan bantuan dana.

“Saya minta bantuan, kami minta tolong dibantu periksa daftar pemilih tetap. Periksa di RW-RW, RT-RT, kalian masing-masing,” kata Prabowo.

Berikutnya, Prabowo mengatakan dirinya terpaksa meminta bantuan dana dari para relawan. Dia mengatakan koalisi kekurangan logistik untuk pemenangan pemilihan presiden 2019 ini.

“Tolong, terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua, karena kami kekurangan dana perjuangan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Prabowo mempersilakan para pendukungnya membantu berapa pun sesuai kerelaan. Kata dia, nilai nominal tak jadi masalah. Prabowo berujar, para pendukung bisa menyumbang mulai dari Rp 2.000,- per orang.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini mengatakan, timnya akan mengumumkan nomor-nomor rekening yang bisa dituju untuk donasi.
“Kami hanya bergantung kepada rakyat,” kata dia.

Prabowo mengimbuhkan, ada sekitar 800 ribu tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Jika setiap TPS diisi dua saksi, kata dia, setidaknya koalisi harus mengeluarkan anggaran ratusan miliar.

Prabowo merasa tak perlu malu mengakui bahwa koalisi tak memiliki uang.
“Partai-partai koalisi kami partai-partai yang maklum, ya begitu juga. Ya enggak apa-apa, enggak usah malu kalo kita enggak punya duit.” katanya.

“Saya sering kedatangan elite, entah pakai gelar ini, gelar itu, pakai posisi ini itu. Dan mereka bilang, Pak Prabowo kami ingin mendukung Pak Prabowo tapi kami ditekan, kami diancam. Jadi kami akan mendukung Pak Prabowo diam-diam, kita akan mendukung Pak Prabowo dari belakang,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku prihatin menerima banyak aduan dari elite-elite tersebut. Namun dia tidak bisa berbuat banyak menghadapi fenomena itu.

Di sisi lain, dia sangat bersyukur masih banyak masyarakat yang bersedia menjadi relawan untuk memenangkannya di Pilpres 2019 tanpa takut terhadap segala bentuk ancaman.

“Saya hanya berdoa kepada Yang lebih pintar daripada saya, banyak orang yang lebih kaya dari saya, tapi kenapa rakyat begitu besar dukungannya kepada saya,” ucap Prabowo.

Berita sebelumyaDi Hari Perhubungan Darat, Menhub Hentikan Proyek LRT dan Kereta Cepat
Berita berikutnyaAmien Rais Sebut Proyek Reklamasi, Meikarta dan Kereta Cepat Hinakan Indonesia