Disebut Gunakan Akun Robot, TKN Jokowi: Tidak Ada Arahan pada Simpatisan

0
29

Begitu cepatnya berita menjadi viral di media sosial disoroti Pakar media sosial sekaligus pengembang aplikasi Drone Emprit, Ismail Fahmi. Menurutnya, jika satu kabar viral dalam 1 jam terindikasi menggunakan akun-akun robot sehingga cepat menjadi trending topik. Lain halnya tanpa menggunakan akun robot perlu 4 jam.

Terkait hal tersebut, Ismail mengatakan kubu pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, lebih banyak memanfaatkan akun robot dalam kampanye di media sosial ketimbang pihak kandidat nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Saat ini berdasarkan pengamatan saya lebih banyak nomor urut 01,” kata Ismail saat ditemui usai diskusi ‘Panas di Medsos, Dingin di Kotak Suara’ di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Menurut Ismail, akun-akun robot digunakan untuk membuat suatu isu menjadi topik populer dengan sangat cepat. Namun, kata dia, sangat mudah untuk mengetahui mana saja konten yang diviralkan oleh robot dan sebaliknya.

“Ketika ada campaign, misalnya #HijrahBersamaJokowi, kami tangkap tweet-nya, kami analisis pas jam pertama, kami buat chart, kalau ternyata rata di sebelah kiri (di waktu-waktu awal sejak tweet diunggah), dan dibuat oleh user dengan follower-nya 0-3. User yang follower-nya 0-3 probability mereka sebagai robot sangat besar,” ujarnya.

Selain itu, kata Ismail, indikasinya bisa terlihat dari banyaknya cuitan yang persis namun berasal dari pengguna yang berbeda. Ciri lainnya adalah ada satu pengguna yang me-retweet dengan jumlah yang sangat banyak di waktu yang sama.

Dari pengamatannya, Ismail menyebut isu yang dimainkan oleh kubu paslon 01 cenderung lebih cepat mencapai topik populer ketimbang kubu paslon 02. “Jadi yang satu dalam satu jam bisa tranding topic nah yang ini (paslon 02) butuh 4 jam,” ujarnya.

Menurut Ismail, tidak ada yang salah dengan menggunakan akun robot sebagai sarana paslon mempromosikan gagasannya. Namun yang perlu dipertanyakan adalah keefektifannya lantaran akun robot tidak bisa diajak berinteraksi.

“Efektivitas bisa terjadi kalau jadi tranding topic. Nanti influencer mereka akan meng-capture dan ikut. Itu jadi kayak panglima perang aja,” ucapnya.

Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf, Budiman Sudjatmiko, mengatakan tidak ada arahan dari pihaknya kepada para simpatisan agar menggunakan akun-akun robot untuk membantu mengkampanyekan kandidatnya.

“TKN baru dibentuk beberapa minggu ini. Kalau akun-akun pendukung Jokowi itu sudah hidup bertahun-tahun lalu. Bahkan akun-akun anonim itu kami gak tahu siapa pemiliknya, kalau tahu pasti kami panggil untuk diberi arahan,” tuturnya.

Berita sebelumyaPemerintah Gunakan Rp 38,5 T Dari Rp 105 T Dana Haji, Jamaah Tak Tahu
Berita berikutnyaHumphrey Tegaskan Islah, Kubu Rommy: Terbuka Menerima Islah