Pertanyataan “Buta dan Budek” Ma’Aruf Amin Ganggu Kenyamanan Penyandang Disabilitas

0
15
Foto: indonesiakita.co

Pernyataan buta dan budek yang dilontarkan cawapres nomor urut 1 Ma’aruf Amin pekan lalu ditangapi sinis IkatanTunanetra Muslim Indonesia.

Mereka mengecam pernyataan calon wakil presiden, KH. Ma’ruf Amin, yang menyebut hanya orang buta dan budek tidak bisa melihat prestasi Pemerintahan Joko Widodo.

Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia, Yudi Yuspar menyatakan, meskipun pernyataan tersebut dilayangkan tanpa ada tujuan negatif, tetap mengganggu kenyamanan terhadap penyandang disabilitas.

“Perkataan buta dan budek inilah yang mengganggu, meskipun ada penjelasan tidak ada maksud menyinggung komunitas orang tertentu. Namun, yang kami tekankan adanya stigma, oh orang buta mah tidak tahu keberhasilan pemerintah. Orang tuli, apalagi membawa ayat Al-quran,” ujarnya, Senin (12/11).

Seharusnya, lanjut Yudi, Ma’ruf Amin tidak menggunakan dua kata tersebut, karena khawatir menyudutkan kaum difabel.

“Konteksnya terlalu jauh, kalau itu dikaitkan (buta-budek). Disesalkan, kami khawatir disamakan dengan orang yang tidak tahu informasi dalam pembangunan,” katanya.

Padahal, Ma’ruf Amin, lebih bisa untuk memilih kata lain, jika ingin mengkritik pihak-pihak yang kurang tahu soal kinerja pemerintah.

Berita sebelumyaBaru 10% yang Lolos SKD, Kementrian PAN RB Kaji Ulang Passing Grade
Berita berikutnyaPenipu MInta Korban Membayar Rp 20 Juta Jadi Karyawan PT KAI