Temui Menkominfo, Bos Facebook Jelaskan Nasib Data yang Bocor

0
111
Menkominfo Rudiantara (kiri) bersama Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kanan) memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di gedung Kemeninfo, Jakarta, Senin (7/5). (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Akhirnya perwakilan Facebook memenuhi permintaan pemerintah Indonesia. Pihak perusahaan aplikasi media sosial (medsos) itu menemui Menteri Komunikasi dan Informastika Rudiantara. Pada pertemuan yang berlangsung pada Senin (7/5) itu, mereka menjelaskan kondisi tindak lanjut atas kebocoran data pengguna aplikasi tersebut.

Namun saat bertemu Rudiantara, Wakil Presiden Bidang Kebijakan Publikasi Facebook Asia-Pasifik, Simon Milner tidak memberikan kabar gembira. Padahal di Indonesia terdapat juta lebih pengguna Facebook. Semua itu ditengarai datanya tercuri oleh Cambridge Analytica itu.

“Kasus kebocoran data Facebook yang melibatkan Cambridge Analytica hingga saat ini masih dalam proses audit oleh otoritas di Inggris yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dari kasus itu,” ujar Simon Milner di kantor Kemenkominfo, Senin (7/5).

Menkominfo Rudiantara (kiri) bersama Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kanan) memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di gedung Kemeninfo, Jakarta, Senin (7/5)
Menkominfo Rudiantara (kiri) bersama Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kanan) memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di gedung Kemeninfo, Jakarta, Senin (7/5) (Miftahulhayat/Jawa Pos)

“Facebook pun masih harus menunggu hingga kasus itu benar-benar selesai diaudit oleh otoritas terkait di Inggris. Kami pun tidak memiliki wewenang untuk mencampuri urusan audit yang tengah dilakukan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, audit dari kasus yang dialami Facebook masih berada di otoritas Inggris, Information Commisioner Office (ICO). Sejatinya yang disampaikan pihak Facebook kepada Menkominfo sama dengan penjelasannya yang diberikan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu.

Buntut dari lambannya penanganan kasus ini turut memunculkan opsi moratorium atau penghentian sementara Facebook di Indonesia. Hal tersebut sempat dilontarkan Anggota Komisi I DPR Meutya Hafid. Politikus yang juga mantan wartawan itu sempat menyebut bahwa yang disampaikan Facebook tidak bisa dipercayai seratus persen.

“Enggak bisa percaya juga klaimnya bahwa yang membocorkan itu pihak ketiga. Perjanjiannya tidak disodorkan kepada kita. Kita sangat tidak puas dengan apa yang disampaikan Facebook. Pemerintah juga disarankan untuk mempertimbangkan melakukan moratorium Facebook di Indonesia sampai ada investigasi menyeluruh dan perbaikan oleh Facebook,” ucapnya.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaJoki SBMPTN Masih Jadi Perhatian di Tahun Ini
Berita berikutnyaResmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A6 dan A6+