Pengembang Teknologi Autopilot Tesla Hengkang Ke Intel, Kenapa?

0
122
Ilustrasi : Mobil Tesla berjenis Roadster. (Teslarati)

Tesla Motor dikabarkan baru saja kehilangan sosok pengembang teknologi autopilot yang dimilikinya. Dialah Jim Keller, sosok penting di balik teknologi self driving car (mobil yang bisa berjalan sendiri) yang selama ini dipercaya Tesla.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Engadget, Sabtu (28/4), menyebut bahwa Jim Keller yang menjabat sebagai kepala pengembangan teknologi autopilot Tesla Motor resmi meninggalkan gedung Tesla. Sebelum menjabat sebagai kepala pengembangan teknologi autopilot di Tesla, Jim diketahui pernah bekerja untuk Apple dan AMD.

Jim bekerja untuk Apple sebelum AMD dan merupakan tokoh kunci dalam pengembangan prosesor A4 dan A5 untuk iPhone dan iPad. Seorang juru bicara yang mengonfirmasi berita itu kepada Electrek mengatakan, Jim hengkang dari Tesla untuk bergabung dengan perusahaan yang lebih fokus pada ambisi utamanya, yakni rekayasa mikroprosesor.

autopilot tesla, Jim Keller,
Jim Keller, sosok pengembang teknologi autopilot di Tesla yang pindah ke Intel.(BusinessWire)

“Hari ini adalah hari terakhir Jim Keller di Tesla, di mana dia telah mengawasi perangkat keras tegangan rendah, perangkat lunak Autopilot dan infotainment. Sebelum bergabung dengan Tesla, gairah utama Jim adalah rekayasa mikroprosesor dan dia sekarang bergabung dengan perusahaan di mana dia akan dapat sekali lagi fokus pada apa yang dia inginkan,” jelas seorang juru bicara pada sebuah pernyataan.

Kami menghargai kontribusinya untuk Tesla dan mendoakan yang terbaik,” imbuhnya demikian.

Hengkangnya Jim dari Tesla banyak yang mengaitkan dengan insiden kecelakaan pada mobil Tesla yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat kejadian, ditemukan bahwa pengguna sedang menggunakan mode autopilot dari mobil besutan pabrikan yang digawangi Elon Musk itu. Atas insiden tersebut, saat ini Tesla dengan mobil listriknya yang memiliki teknologi autopilot tengah menjadi sorotan.

Kendati kecelakaan fatal terjadi saat mode autopilot sedang menyala, namun Tesla tetap membela diri dengan menegaskan bahwa pengemudi bersalah atas kecelakaan itu.

Pindahnya Jim dari tesla juga dibarengi dengan konfirmasi yang dilakukan raksasa teknologi, Intel. Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman BusinessWire pada Sabtu (28/4), menyatakan bahwa Jim Keller akan bergabung dengan Intel Corporation. Jim Keller akan mengemban tugas sebagai wakil presiden senior dan akan memimpin rekayasa mikroprosesor di perusahaan tersebut sebagai pengembang System-on-Chip (SoC).

“Jim adalah salah satu visioner desain arsitektur mikro yang paling dihormati di industri ini. Sebagai contoh terbaru dari talenta teknis untuk bergabung dengan Intel,” kata Dr. Murthy Renduchintala, chief engineering officer dan presiden grup Intel of Technology, Systems Architecture & Client Group (TSCG).

Jim bergabung dengan kami dan akan membantu kami mempercepat transformasi untuk membangun industri kami, ” tambahnya.

Sebagai gantinya, Tesla kabarnya telah merekrut Pete Bannon, alumni Apple lainnya yang memimpin pengembangan chip di Apple dari A5 ke A9. Dia akan memimpin upaya perangkat keras autopilot Tesla. Perusahaan juga telah mempromosikan Andrej Karpathy, Direktur Artificial Intelligence (AI) dan Visi autopilot dan menempatkannya untu bertanggung jawab atas pengembangan perangkat lunak autopilot di Tesla.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaSiap-siap, Sebentar Lagi Apple Punya Perangkat VR dan AR Sendiri
Berita berikutnyaNintendo Switch Bakal Disambangi Game Call of Duty, Kapan?