Wah, Pabrik Pembuat Like Palsu Terbongkar di Media Sosial

0
436

Pernah senang dapat ribuan like di postingan? Eits jangan gembira dulu, mungkin itu like palsu yang dibut oleh sebuah pabrik pemberi Like dan pemeringkatan palsu di media sosial.

Ya, beberapa hari belakangan dunia maya dihebohkan dengan sebuah pabrik pemberi Like dan pemeringkatan palsu di media sosial. Pabrik ini terbongkar oleh postingan video dari akun @EnglishRussia 1 yang memperlihatkan cara kerja pabrik pemberi Like palsu ini.

Video tersebut diunggahnya ke twitter dan menjadi viral.

Dalam video tersebut diperlihatkan sebuah tempat dengan lebih dari 10 ribu unit ponsel yang dipakai untuk memberikan Like dan rating palsu pada sebuah postingan atau produk. Tujuannya, untuk meyakinkan konsumen.

Jadi seseorang yang ingin mendapatkan ribuan like dalam postingan produk, mereka dapat menggunakan cara ini. Caranya, cukup membayar sejumlah uang kepada pabrik ini agar aplikasi atau produknya mendapat banyak Like dan pemeringkatan yang tinggi.

Dikutip dari Mirror, akunĀ @EnglishRussia 1 sempat mengunjungi tempat bernama ‘Click Farm’ di China. Di pabrik tersebut berbagai Like dan pemeringkatan palsu dibuat untuk bermacam-macam aplikasi dan unggahan di media sosial.

pabrik like palsu
Di pabrik ini ‘Like’ palsu dibuat dengan menggunakan puluhan ribu hape

Bahkan pengerjannya dilakukan secara otomatis melalui ribuan ponsel yang tersusun dalam rak-rak yang sudah tersambung ke dalam komputer, sementara sang operator hanya duduk di depan komputer, memantau sistem Like dan pemeringkatan palsu ini.

Pengungkapan kasus ini tentu saja membuat dunia sosial heboh dan marah. Pasalnya, mereka merasa di tipu. Seharusnya perbuatan seperti itu dianggap ilegal dan diberantas.

Parahnya, pabrik Like dan pemeringkatan palsu ini konon banyak terdapat di wilayah Rusia dan China. Pelanggannya pun sudah banyak, bahkan hingga tingkat international. (Adfi)

 

 

Berita sebelumyaKisah Mantan Dosen Yang Saat Ini Menjadi Pengemis
Berita berikutnyaKenaikan Harga Pangan di Jakarta Masih Wajar?