DNA Penyimpanan Media Di Masa Depan

0
231

Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti dari Harvard, European Molecular Biology Laboratory (EMBL) di Heidelberg, ETH Universitas Zurich, dan beberapa peneliti lainnya tengah melakukan eksperimen untuk menyimpan data di DNA. Para peneliti sedang menguji coba dan mencari tahu apakah media penyimpanan DNA dapat dengan aman menyimpan data untuk ribuan tahun dengan menggunakan teknik yang dapat diterima khayalak.

Hal yang membuat DNA jadi pilihan untuk media penyimpanan karena DNA merupakan media yang ringan yang dapat digunakan untuk menyimpan data. Data dapat di simpan di nucleobase, di mana masing-masing nucleobase dapat merepresentasikan setidaknya satu bit data, dan masing-masing sel yang hidup bisa memuat jutaan nucleobase. Berikut gambarannya:

Menyimpan data di DNA dapat memuat setidaknya 1 juta gigabit (GB), atau 1 petabit per milimeter kubik. Hal ini tentu dapat memperkecil ukuran data dari media penyimpanan data yang ada saat ini. Masalah yang ada pada media penyimpanan yang ada saat ini, seperti Solid State Drive (SSD) dan magnetic tape terletak pada ketahanan waktu yang sebentar dan data dapat hilang.

Data SSD dapat hilang jika tidak diberikan daya dalam waktu yang lama, biasanya dalam hitungan bulan, dan membuat SSD jadi tidak layak untuk digunakan jangka panjang. Begitupun dengan magnetic tape. Penyimpanan ini dapat berfungsi lebih lama, tapi tetap saja magnetic tape dapat tetap rusak karena proses kimiawi.

Jika DNA tidak tertangani dengan baik, DNA juga akan mengalami hal yang serupa dengan dua media penyimpanan di atas. Faktanya, tanpa pengamanan yang baik, DNA tidak mampu bertahan selama hard drive, mungkin DNA hanya mampu bertahan dua tau tiga tahun. Di dunia biologi, DNA dapat rusak dari beberapa faktor seperti kelembaban, kehangatan, dan oksigen.

Peneliti asal ETH Universitas Zurich mencoba menanggulangi permasalahan ini dengan mentransformasikan DNA ke dalam bentuk “sintesis fossil” yang terbuat dari kaca. Melindungi DNA tentu lebih mudah daripada magnetic tape karena elemen DNA sangat kecil. Sebuah DNA yang berukuran kapsul kecil saja dapat menyimpan data setara dengan bertumpuk-tumpuk magnetic tape.

Mungkin saja penggabungan biologi dan teknologi tidak hanya jadi teknologi baru yang mulai di kenal masyarakat di 5 sampai 10 tahun mendatang. Teknologi apa lagi yang akan di cetak oleh para penemu-penemu handal ini? Mengoperasikan komputer dengan telepati seperti di film Transcendence misalnya? Kita tunggu saja.

Berita sebelumyaWah, Sapi Ikutan Masuk Tol
Berita berikutnyaViral, Video Jokowi Belajar Bahasa Ngapak