Jokowi Tak Tepat Katakan Tabok Didepan Rakyat Banyak

0
21
Foto: Okezone.com

Capres nomor urut 1 Joko Widodo kembali melontarkan kata-kata yang tak seharusnya disampaikan seorang pertahana. Pasca menyebut kata Sontoloyo, Genderewo, kemarin Jokowi kembali meluncurkan kata yang tak pantas yakni “tabok”.

Jokowi melontarkan kata tak tepat itu dalam acara penyerahan sertifikat tanah yang dihadiri masyarakat luas di Lampung pekan lalu. Kata tabok diucapkan Jokowi lantaran geram dengan pihak yang menudingnya sebagai antek PKI. “Mau saya tabok tapi orangnya di mana,” kata Jokowi.

Konon rasa kesal dituding antek PKI telah dipendamnya sejak 4 tahun, uniknya beredarnya foto Ketua Umum PKI DN Aidit yang sedang berpidato dan di depan podium dan ada sosok yang disebut sebagai Jokowi yang beredar di media sosial dipercaya 9 juta penduduk Indonesia. Menurut Jokowi foto tersebut diambil tahun 1955 sedangkan ia lahir di tahun 1961.

Kegeraman Jokowi dengan cepat direspons pihak kepolisian. Sehari dari pernyataan “tabok” Jokowi, seorang pria bernama Jundi (27) ditangkap Bareskrim Polri karena menyebar hoax Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia ditangkap karena salah satu konten yang diunggah terdapat editan foto Jokowi dengan pose hormat, serta ada lambang palu arit dengan tulisan “Jokowi adalah seorang komunis”

Jundi dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Dia juga disangkakan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 157 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pengamat politik LIPI, Syamsudin Haris menilai seharusnya Jokowi tidak melontarkan pernyataan tersebut.”Kesannya tidak begitu bagus buat beliau,” kata Syamsudin di Jakarta, Sabtu (24/11).

Berita sebelumyaFenomena Harga BBM: Cepat Naikkan Harga, Lambat Turunnya
Berita berikutnyaProyek Infrastruktur Dihentikan, Gerindra Sebut Salah Urus