Demi Harga Diri, PP Muhammadiyah Kembalikan Rp 2 Miliar Ke Kemenpora

0
13
Foto: Kumparan.com

Gegara nila setitik rusk susu sebelanga, demikian ungkapan pribahasa yang menggambarkan kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam di Prambanan 2017 lalu yang ramai sepekan ini.

Kemarin Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dipanggil Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, guna dimintai keterangan. Namun anehnya, hanya ketua PP Muhammadiyah yang dipanggil, sedangkan ketua GP Ansor yang juga terlibat dalam acara tersebut tidak.

“Jadi saya kaget saat ada panggilan dari polisi soal penyidikan acara itu. Saya minta untuk cek dokumen kontrak acara dari Kemenpora dan teman-teman baru sadar, kontrak semua dilanggar Kemenpora. Jadi acara yang di Prambanan itu tidak ada di kontrak kami, yang kami ajukan itu pengajian akbar namanya,” kata Dahnil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

Kasus ini bermula dari Kemenpora untuk mengusulkan acara bersama organisasi kepemudaan Islam lain untuk meredam suasana yang tidak kondusif. Pemuda Muhammadiyah awalnya mengusulkan kegiatan pengajian bersama di beberapa kota bersama dengan GP Ansor.

Namun proposal yang diajukan oleh Pemuda Muhamamdiyah soal pengajian akbar itu batal dilaksanakan. Sebab, Menpora Imam Narhawi meminta agar acara itu dibuat menjadi lebih simbolik dan terpusat dalam satu kegiatan. Akhirnya acara itu menjadi Kemah Pemuda Islam yang dilaksanakan di Prambanan.

“Proposal yang kita ajukan tidak dilaksanakan karena tidak pernah terealisasi. Jadi di kontrak itu ada Pasal 9 kalau tidak terealisasi tidak terlaksana, pihak kedua harus mengembalikan dana. Oleh sebab itu Fanani dan kawan-kawan usulkan mengembalikan tadi dalam bentuk cek Rp 2 miliar,” ujar Dahnil.

“Fanani yang ditujuk menjadi person incharge untuk berkoordinasi dengan Kemenpora dan GP Ansor mengajukan kegiatan pengajian akbar. Kemudian dari proposal itu Pemuda Muhammadiyah difasilitasi untuk mobilisasi massa sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan GP Ansor Rp 3 miliar plus 500 juta,” tambahnya.

Karena itu, PP Muhammadiyah pengembalian uang sebesar Rp 2 miliar ke Kemenpora RI pada Jumat (23/11). Pengembalian uang dilakukan bukan terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam di Prambanan 2017 lalu,

“Kami kembalian bukan karena salah. Karena ini menyangkut harga diri. Kami bukan takabur, tali Muhammadiyah sangat mandiri mulai dari usaha, pendidikan hingga rumah sakit. Buat kami, ini soal harga diri,” tegas Fanani di Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan, Jumat (24/11).

Menambahkan Fanani, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pengembalian uang itu merupakan inisiasi dari Fanani dan rekan-rekannya yang terlibat dalam pengurusan kegiatan kemah apel pemuda Islam.

Berita sebelumyaCaleg Nasdem Ditangkap Polisi Karena Menjabret
Berita berikutnyaPembawa Sabu 35 Kg dan 70.905 Ekstasi Dijatuhi Hukuman Mati