PDIP Tuding Kaum Anti Jokowi Pemasang Poster “Raja Jokowi”, Gerindra: Jangan Asal Tuduh

0
15

Marakmya pemasangan poster dan stiker Jokowi berbusana bak raja lengkap dengan mahkota disertai logo PDIP di pelosok Jawa Tengah membuat PDIP geram

Dewan Pimpinan PDIP menginstruksikan jajarannya menyisir jalanan dan menghapus ‘Raja Jokowi’.

Lantas, siapa pemasang ‘Raja Jokowi’ ini? PDIP memberikan bocoran si pemasang merupakan kaum anti-Jokowi. Apakah dari kubu lawan politik atau tidak, masih belum jelas.

“Jelas, atribut ini datang dari kaum ‘anti-Jokowi Presiden’,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira saat dimintai konfirmasi, Senin (12/11).

PDIP menyebut tersebarnya ‘Raja Jokowi’ yang memuat logo partai berlambang kepala banteng ini adalah upaya downgrade campaign. PDIP mengaku sudah mengantongi nama pemasang poster tersebut.

“Ini bukan produk Tim Kampanye Nasional atau Daerah, bukan juga produk partai. Tapi juga ada lambang partai, berarti ada yang catut lambang partai. Siapa mereka? Kami sudah kantongi nama-nama, lihat ke depan seperti apa,” ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto.

Meski begitu, PDIP belum melaporkan kasus ini kepada polisi. PDIP enggan tergesa-gesa mempolisikan si pemasang ‘Raja Jokowi’.

PDIP menunggu kedatangan pihak yang bertanggungjawab terkait pemasangan atribut capres Joko Widodo yang berbusana raja. PDIP menjamin pertemuan berlangsung damai.

“Kami tunggu penanggung jawabnya datang ke DPD PDIP Jateng. Kalau dia datang, akan kami ajak diskusi kenapa dia pasang begini. Kami menunggu kekesatriannya. Dijamin tidak akan lecet,” kata Bambang.

Bambang pun membuat surat instruksi pencopotan poster ‘raja Jokowi’ itu. Menurut dia, dalam proses pencopotan, ternyata upaya pemasangan poster raja Jokowi masih terus berlanjut.

Para pemasang poster yang sempat kepergok pun akhirnya dicecar pertanyaan. Bambang mengatakan mereka mendapatkan arahan dari Hotel Siliwangi, Semarang dan dibayar Rp 10 ribu per poster.

Selain itu, kata dia, juga ditemukan stiker ‘raja Jokowi’ di ratusan angkot di Jateng. Menurut pengakuan para sopir, mereka dibayar Rp 100-150 ribu.

“Dibayar Rp 10 ribu per poster. Itu di luar APK. Setiap desa pasang 10. Kalau di Jateng ada 8.000 desa, berarti 80 ribu,” sebut Bambang.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berada di kubu sebelah juga sudah memberikan peringatan kepada PDIP supaya tidak asal tuduh soal beredarnya ‘Raja Jokowi’ di jalanan. Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan pihaknya ataupun pendukungnya tak mungkin membuat dan memasang poster tersebut lantaran masalah biaya.

“Soal spanduk Raja Jokowi yang disebut banyak beredar di Jawa Tengah, saya imbau rekan-rekan PDIP untuk tidak asal tuduh bahwa pelakunya adalah pihak yang anti-petahana. Suasana seperti ini kita harus jauhi fitnah agar tidak memperkeruh situasi,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Selasa (13/11).

Menurut Habiburokhman, poster ‘Raja Jokowi’ yang tercetak dan tersebar luas di daerah Jawa Tengah pasti berbiaya mahal. Karena itu, tak masuk akal jika PDIP, lanjut dia, menuduh kubu ‘anti-Jokowi Presiden’ sebagai dalang di balik peredaran poster ‘Raja Jokowi’.

Berita sebelumyaNilai Bisnis Baru AIA Group Tumbuh 17% di Kuartal III-2018
Berita berikutnyaHarumkan Indonesia, Fatin Nyanyikan Theme Song World Youth Forum 2018