PSI Akan Perangi Politik Identitas

0
21

Statement kontroversi meluncur dari mulut manis Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natali. Mantan presenter TV ini mengatakan akan menolak perda-perda agama baik injil atau pun syariah.

Menurutnya ada beberapa perda yang membatasi kebebasan seperti cara berbusana siswa di sekolah tertentu.

“Adanya banyak perda yang arahnya membatasi kebebasan orang, membatasi kebebasan berbusana, memaksa siswa-siswa memakai busana tertentu padahal itu sekolah negeri,” kata Grace kepada wartawan, Senin (12/11).

Tak hanya itu, menurutnya ada ketidakleluasaan masyarakat dalam beribadah. Khususnya, yang menganut agama minoritas. Sehingga hal tersebut harus selesaikan.

“Ada ketidakleluasaan orang beribadah dan sebagainya dan itu tertuang dalam perda- perda. Atau ada tindakan seperti itu yang tindakannya diam saja. Nah, ini yang kita ingin perangi,” jelasnya.

“Karena Indonesia sejak awal beragam. Kalau kita enggak jadi payung dan menjaga keberagamannya ini maka nantinya kita bisa menjadi Suriah, Irak dan semuanya enggak untung,” lanjutnya.

Baginya, konflik yang ditimbulkan akibat persoalan tersebut memiliki kepentingan politik sehingga benar-benar harus diatasi.

“Ini ada kepentingan politik. Politik identitas. Ini yang kita perangi,” pungkasnya.

Berita sebelumyaPPP Kubu Muktamar Jakarta Akan Tunjuk Ketum dan Rekonsiliasi
Berita berikutnyaSandi Inginkan Kursi Menteri Diisi Generasi Milenial