Pengamat: Pemilu 2019 Bukan Soal Menang Kalah, Tapi Membangun Peradaban

0
18
Foto: lampupost.id

Pengamat politik Amir Hamzah yang mengamati perkembangan dan perubahan geopolitik melihat negara Indonesia adalah negara yang memiliki peradaban Berketuhanan Yang Maha Esa.

Amir berharap, Pemilu 2019 yang dihadapi bukan sekadar menang atau kalah, tetapi membangun kembali dan memperkuat peradaban Indonesia tersebut, karena tidak sedikit pengorbanan Bung Karno, Bung Hatta, kiyai dan ulama, serta tokoh lainnya.

Peradaban yang dibangun adalah berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan, yang mengharuskan bermusyawarah, serta saling berhubungan secara beradab, sehingga tercipta keadilan sosial.

“Mereka semua bersaudara untuk melahirkan Pancasila sebagai dasar. Membuat apapun, rujukannya Pancasila,” paparnya.

Selain itu, dari aspek politik dan ekonomi, sebagai anak bangsa harus membangun kesejahteraan bangsa, segenap tumpah darah dalam hal pertahanan, memajukan kesejahteraan bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Aspek tersebut bila dilaksanakan dapat membangun potensi kekuatan sentrifugal. Kekuatan sentrifugal akan menciptakan keseimbangan antara kiri dan kanan atau depan dan belakang.

Secara geografis Indonesia dari barat sampai ke timur, di bagian selatan ada Australia dan New Zealand yang feodalis kapitalis. Sementara di timur ada kekuatan China yang komunistis dengan sistem ekonomi yang baik. Jadi, Indonesia berada di antara dua kubu dengan kekuatan besar. Australia sudah mendudukkan Angkatan Laut untuk memantau gerakan China di Timor Leste.

Hal ini harus diantisipasi oleh Indonesia agar tidak mendatangkan kerugian. Pasalnya, lautan antara Maluku Selatan dan Australia memiliki sumber daya alami minyak dan gas yang baik. Bila Amerika mengirimkan tentaranya ke Timor Leste maka harus melewati perairan Indonesia, yang di bawahnya memiliki sekitar 15 sumber daya alam minyak dan gas, yang jika salah satu saja digali, maka Indonesia akan melampaui Qatar.

“Pernah saat saya bertemu Watimpres beberapa waktu lalu, saya katakana tolong rekam suara saya dan sampaikan kepada Presiden Jokowi, jika memutuskan offshore, maka akan diumumkan kemerdekaan Maluku dan kita bertemu di Mahkamah International,” papar Amir yang memiliki daya ingat kuat karena rutin membaca Al Qur’an setiap subuh dan menjelang tidur.

Berita sebelumyaBPK: Ada Kerugian 185 Triliun, Hambat RI Caplok 51% Saham Freeport
Berita berikutnyaBendera Tauhid Dibakar, FPI MInta PBNU Minta Maaf