Pelapor Ngotot Jokowi-Maaruf Hadir Dipersidangan Terkait Kasus Videotron

0
9
Foto Wikiparlemen

Beredarnya tayangan Jokowi-Ma’ruf lengkap dengan logo di akhir iklan sukseskan Asian Para Games pada layar videotron di sejumlah jalan protokol telah dilaporkan pelapor bernama syahroni. Maklum videotron termasuk 23 alat peraga kampanye yang dilarang oleh KPU. Dari 23 titik yang dilarang, Syahroni menemukan 15 titik, namun hanya 8 titik yang dilaporkan.

Sayang dalam sidang sedianya dilakukan di kantor Bawaslu DKI, Jakarta Utara, Kamis (18/10), pihak Jokowi yang diwakili oleh Gelora Tarigan dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf dan Nelson Simanjuntak dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf hanya membawa surat mandate bukan surat kuasa. Tak ayal sidang ditunda untuk kedua kalinya.

Pelapor, Syahroni, tetap menuntut Jokowi-Ma’ruf datang ke sidang selama tak ada pihak yang secara resmi mewakilinya. Syahroni tetap mengejar Jokowi-Ma’ruf datang ke persidangan bila tidak memberikan kuasa kepada perwakilannya. Ia tidak mau mau tahu soal kesibukan Jokowi sebagai Presiden RI. Ia menegaskan melaporkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pasangan calon pada Pilpres 2019.

“Saya bukan melaporkan sebagai presiden, saya melaporkan sebagai paslon. Dia mendapatkan SK penetapan selaku paslon, maka melekat, kecuali kalau saya melaporkan selaku presiden. Ini kan dalam rangka kampanye. Nah, mekanismenya kampanye, jadi jangan dicampuradukkan,” imbuhnya.
Koordinator Urusan Penanganan Pelanggaran TKN Jokowi-Ma’ruf, Nelson Simanjuntak, mempermasalahkan pelaporan Syahroni ini. Pihaknya keberatan mengapa Jokowi-Ma’ruf yang dijadikan terlapor. Padahal videotron bukan dipasang oleh Jokowi-Ma’ruf maupun timses.

“Persoalan juga adalah apakah yang memasang itu tim kampanye yang dilaporkan atau bukan. Itu yang saya bilang tadi jangan dibuat terlalu rumit sehingga ini akan menyusahkan semuanya,” sebut Nelson.

Pelapor, menurut Nelson, terlalu mudah untuk menyimpulkan Jokowi-Ma’ruf sebagai terlapor. Ia mengatakan siapa pun bisa memasang foto pasangan calon nomor urut 01 itu, namun bukan berarti Jokowi-Ma’ruf yang turun langsung melakukannya.

“Saya katakan tadi, orang mengambil foto salah satu paslon, lalu ditempelkan di rumah sakit, kan orang bebas masuk, kan? Atau ke tempat ibadah misalnya, lalu dilaporkan itu pelanggaran yang dilakukan pasangan calon. Kan terlalu gampang, terlalu naif, kalau begitu cara mengelola pemilu ini,” tutur Nelson.

Berita sebelumyaBeningnya Pramugari Ini Jadi Viral
Berita berikutnyaPria Ini Taman Anggur Berbuah Dibatang