Ada Masalah saat Produksi, Bos Nissan Membungkuk Minta Maaf

0
287

Berkabar.ID- Produsen mobil ternama asal Jepang, Nissan, saat ini tengah terkana kasus di Jepang. Pengecekan akhir mobil mereka tidak dilakukan oleh teknisi bersertifikasi yang melanggar aturan di negara Jepang.

Pemimpin atau Bos Nissan, Wakil Presiden Eksekutif yang menangani bisnis Nissan di Jepang, Asia dan Oceania, Daniele Schillaci akhirnya bersuara dan kepada khalayak ramai dia mengungkapkan penyesalan atas kesalahan dari pihak perusahaan. Saat pertama kali membuka booth Nissan, dia langsung mengungkapkan permintaan maafnya.

“Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan permintaan maaf atas isu yang baru-baru ini terjadi. Inspeksi akhir di pabrik kami tidak memenuhi regulasi. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan, terutama kepada mereka yang menggunakan mobil kami,” ujar Daniele Schillaci.

Habis mengatakan hal itu, Schillaci langsung membungkuk seperti yang dilakukan orang Jepang saat meminta maaf. Suasana panggung Nissan di Tokyo Motor Show pun dibuat aga gelap karena penerangan lampu yang minimal.

Schillaci juga mengatakan saat ini Nisaan telah membentuk tim yang di dalamnya ada pihak ketiga untuk menyelidiki apa yang terjadi. “Tim sedang bekerja keras mencari penyebabnya dan kami melakukan berbagai upaya untuk mencegah hal ini terjadi di masa depan. Saat ini kami tidak memiliki informasi lagi, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatiannya,” ungkapnya.

Diketahui, Skandal ini sangat berpengaruh terhadap penjualan domestik mobil-mobil Nissan. Dikutip dari media Otomotif Internasional ternama, pada periode 1-20 Oktober 2017 ini penjualan mobil Nissan sudah mengalami penurunan hingga 20% atau sekitar 12.300 unit.

Tak haya itu, tindakan ini seperti memberikan efek domino sebagai Nissan. Pekan lalu misalnya, Nissan juga berencana untuk menyetop produksi mobil di Jepang selama dua minggu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah otoritas setempat melakukan investigasi. Akibat masalah ini, Nissan harus menarik kembali 1,2 juta unit mobil yang sudah beredar di Jepang. Penarikan 1,2 juta mobil Nissan di Jepang ini dilakukan untuk memriksa kembali mobil yang diproduksi antara bulan Oktober 2014 sampai bulan September 2017.

Berita sebelumyaKocak! Sepasang Sejoli Ini Jatuh Ke Parit Saat Kabur Dari Razia Polisi
Berita berikutnyaKemenpora: Dana Pelatnas Dijamin Lancar