Di Masjid Ini Wanita Menjadi Imam

0
251

Seorang pengacara asal Turki bernama Seyran Ates meresmian “Masjid Liberal” dan mengkritik ekstremis Islam, selain itu ia juga mendeklarasikan dirinya sebagai Imam di masjid tersebut meskipun ia seorang perempuan.

Seyran tinggal di Jerman ketika masih berumur enam tahun, lalu ia mengambil jurusan hukum dan bekerja sebagai pengacara di negeri Hitler tersebut.

 

Dengan uang yang ia kumpulkan, akhirnya ia membuka sebuah kantor konsultasi untuk perempuan Turki. Dan Seyran telah menggapai impian lamanya dengan membuat masjid di Berlin.

Masjid yang bernama “Masjid Ibn-Ruschd-Goethe” ini mulai beroperasi pada Jumat (16/6/2017). Lokasi masjid tersebut berada di lantai tiga gedung Gereja Protestan Sankt-Johannes-Kirche di kawasan Moabit, Berlin.

Nama masjid ini terinspirasi dari nama pemikir Arab Ibnu Rusyd, yang juga dikenal sebagai Averroes (1126 – 1198) dan nama pemikir dan penyair Jerman Johann Wolfgang von Goethe.

Masjid Ibn-Ruschd-Goethe ini terbuka untuk siapa saja (umat muslim), namun di masjid ini mempraktekan Islam dengan pendekatan “historis-kritis”.

Seyran juga mengatakan sepertinya orang dengan Nikab atau Burka tidak akan senang tuk mengunjungi masjid ini. Ia berpendapat Nikab atau Burka tidak banyak hubungannya dengan agama, melainkan lebih suatu pernyataan politis.

Bukan hanya membuka masjid, Seyran juga menerbitkan sebuh buku berjudul “Selam,Frau Imamin” (Salam, bu Imam) dengan penerbit Ullstein Verlag.

Buku ini berisi kritikan terhadap gejala radikalisme Islam di Jerman.

Seyran beropini mayoritas muslim di Jerman mempraktekan Islam sesuai ajaran pemerintah Turki, dan mayoritas imam tersebut tidak memahami makna kebebasan beragama, kesetaraan hak antara lelaki dan perempuan dan hak atas orientasi seksual.

Ia juga menambahkan Islam bentuk ini adalah Islam dari masa lalu. Dan umat Muslim yang berhaluan liberal tidak memiliki tempat di Jerman.

Karena hal tersebut perempuan yang saat ini berusia 54 tahun bercita-cita membuat masjid liberal di Jerman.

“Sejak lama saya hanya bisa bermimpi, bahwa kelumpok Muslim liberal di Jerman bisa bertemu dan mengamalkan Islam yang menghormati demokrasi,”. Ucap Seyran dalam sebuah artikel koran Jerman.

 

Berita sebelumyaMeremehkan! Jerman Tidak Pakai Pemain Bintangnya Di Piala Konfederasi
Berita berikutnyaJelang Lebaran, Harga Bawang Putih Turun Rp 18 Ribu per Kg