Arab Saudi Dan Sekutu Rilis 59 Orang Dan 12 Entitas Terkait Qatar Dalam Terorisme

0
323

Negara Arab Saudi Cs yang telah memutuskan hubungan dengan Doha, hari Jumat 9 Juni 2017 merilis daftar 59 orang dan 12 entitas yang disebut terkait terorisme dan Qatar, setelah Qatar menyatakan tidak akan menyerah dalam menghadapi krisis diplomatik dengan Arab dan sekutunya.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat 9 Juni 2017, daftar tersebut merupakan pernyataan sikap bersama pertama yang dikeluarkan oleh empat negara Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir setelah memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin 5 Juni 2017 kemarin.

Empat negara tersebut merilis daftar tersebut beberapa jam setelah Qatar mengatakan bahwa Doha tidak akan “menyerah” dan selama ini Qatar cenderung mandiri dalam kebijakan luar negerinya.

Qatar sendiri merupakan anggota Liga Arab dan ikut mendukung koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam memerang kelompok ekstremis Houthi di Yaman. Qatar juga adalah negara kaya gas yang telah lama melakukan langkah independen dalam kebijakan luar negerinya.

“Daftar ini terkait dengan Qatar dan menyuguhkan agenda yang mencurigakan yang mengindikasi tentang dualitas kebijakan Qatar,” demikian pernyataan empat negara itu.

Menurut empat negara tersebut, kebijakan Qatar “menunjukkan Qatar mengumumkan perlawanan terhadap terorisme di satu sisi dan memberi dukungan keuangan dan menampung organisasi teroris di sisi lain.”

Dalam daftar yang dikeluarkan empat negara tersebut, setidaknya ada dua nama individu, yang oleh Departemen  Luar Negeri AS dikategorikan sebagai pemodal para teroris.  Kedua individu tersebut adalah Sa’d al-Ka’bi dan Abd al-Latif al-Kawari. Mereka termasuk di antara puluhan individu dan entitas yang diumumkan Arab Saudi dan ketiga sekutunya. Dan Qatar telah mengambil tindakan dua individu itu, dnegan membekukan aset dan memberlakukan larangan perjalanan untuk mereka.

Selain berasal dari Qatar, ada beberapa orang dan entitas dalam daftar teroris empat negara tersebut, mengatakan ada juga yang berasal dari Mesir, Libya, dan Bahrain.

Berita sebelumyaPenghina Kapolri dan Presiden Jokowi Kembali Ditangkap Kepolisian
Berita berikutnyaPangi S. Chaniago:TNI Bukanlah Institusi Politik