Tanpa Dokumen dan Izin Kedutaan, Relawan Asing Diminta Keluar Palu

0
18

Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan pemberitaan media asing yang menyetakan Indoensia aneh.

Berita itu menyebut pemerintah membatasi relawan asing dalam membantu evakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Bahkan beberapa relawan asing mengeluh karena diminta meninggalkan Palu seperti dari China, Meksiko, Nepal dan Australia.

Menanggapi beredarnya kabar tersebut, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, relawan asing itu diduga menggunakan dokumen palsu.

“Sudah kita lihat suratnya kondisinya, kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu,” kata Sutopo di Gedung BNPB.

Sutopo menyebut, relawan itu telah diminta petugas untuk tidak datang ke Palu. “Kemudian petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu, ternyata tiga relawan asing tadi tetap ke Palu menggunakan jalur darat,” ucap dia.

Setelah itu, beberapa relawan asing dari Nepal, Meksiko dan Australia datang dengan alasan ingin ikut membantu Sutopo menegaskan, kedatangan mereka sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan yang diperlukan oleh Indonesia seperti transportasi udara, genset, tenda, water treatment.

Sutopo mengatakan, para relawan itu juga tidak melapor ke Kedutaan Besar negaranya masing-masing dan ke pemerintah Indonesia untuk ikut membantu proses evakuasi.

“Faktanya, banyak yang ujug-ujug masuk ke wilayah Palu yang tidak ada koordinasi, tidak ada izin, ya kita harus atur itu,” katanya.

Berita sebelumyaIlman, Jual 1.000 Ekor Sapi Tiap Bulan
Berita berikutnyaInternet Dunia Alami Gangguan, Cek Dampaknya