China Membuat Sistem Bawah Laut Di Wilayah Sengketa Guna Memperkuat Pertahanan

4
195

Negeri tirai bambu, China berencana akan membangun sebuah sistem pengamatan bawah laut yang mencakup wilayah sengketa, yaitu di Laut China Timur dan Laut China Selatan, negara tersebut menganggarkan 2 miliar yuan atau sekitar Rp 3,8 triluin untuk membangun sistem tersebut, diperkirakan proyek ini memakan waktu selama lima tahun.

Menurut pengamat kelautan dan ilmu bumi, Zhou Huaiyang, pembuatan sistem pengamatan bawah laut ini bertujuan untuk mengawasi kondisi lingkungan dan aktivitas dasar laut yang dapat memantau dan menyimpan informasi kimia, biologi, dan geologi di wilayah laut tersebut.

Selain itu sistem ini juga dapat membatu China dalam melindungi keamanan nasionalnya, dikarenakan saling adu klaim dengan lima negara lainnya yang memperebutkan wilayah di Laut China Selatan, yang menjadi wilayah sengketa.

Menurut seorang analis keamanan regional dan profesor dari University of New South Wales, yang bernama Carl Thayer mengatakan bahwa pembangunan sistem pengamatan bawah laut ini adalah suatu pernyataan sepihak yang dibuat China terhadap klaim wilayah tersebut.

Pembangunan sistem pengamatan dikhawatirkan akan menimbulkan kemaharan dari negara tetangga China,  diperkirakan negara tetangga tersebut tidak akan diam begitu saja dan akan memperkuat kekuatan militer di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Seperti Filipina yang mengungkapkan akan lebih agresif dalam rencananya untuk memperkuat dan meningkatkan fasilitas di Pagasa Island yang termasuk dalam rantai Kepulauan Spratly. Selain Filipina, negara Taiwan, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Malaysia pun sama-sama mengklaim wilayah tersebut.

 

Berita sebelumyaWihara ini Berikan Makanan Berbuka Puasa Gratis Selama Ramadhan
Berita berikutnyaJerman Bantu Meningkatkan Sepakbola India

Comments are closed.