Suasana Marawi mencekam militer Filipina perketat keamanan

0
331

Suasana Marawi masih mencekam dan belum mereda meskipun para militer Filipina telah mengerahkan ribuan pasukannya untuk mengawasi keadaan di sana.

Dilansir dari Reuters, Para pasukan militer Filipina telah melakukan penyisiran di Marawi setelah kota di selatan negara Filipina mengalami pertempuran dari serbuan kelompok teror. Akibat pertempuran ini setidaknya ada 21 orang tewas, ketika para pasukan militer menggerebek tempat persembunyian Isnilon Hapilon, salah satu gembong teror Filipina yang masuk dalam daftar teroris paling dicari di dunia oleh AS.

Pertempuran tersebut berlangsung selama berjam-jam untuk bisa membuat mundur Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari wilayah tersebut.

Pada hari Rabu, 24 Mei 2017, lebih dari 100 anggota kelompok militan itu menyerbu kota di Pulau Mindanao tersebut. Pertempuran antara petugas polisi dan ISIS Maute terjadi. Dilaporkan sebanyak 21 orang tewas dalam kejadian ini. Salah satunya seorang Kepala Polisi Marawi yang sedah tengah dalam perjalanan pulang dibunuh oleh anggota ISIS.

Selain membunuh Kepala Polisi Marawi, anggota ISIS juga menyerang Gereja Katedral Our Lady Help dan menyandera jemaah, dan mengacam akan membunuh mereka jika pasuka militer tidak berhenti melepaskan tembakan.

Hingga saat ini suasana di Marawi masih mencekam. Terdengar suara tembakan, ledakan granat, dan asap hitam yang membumbung wilayah tersebut. Saat ini ratusan warga sipil di Marawi telah diamankan di sebuah kamp militer, penjagaan pun terus diperketat untuk berjaga-jaga kemungkinan adanya serangan kembali dari anggota ISIS.

Duterte memberlakukan darurat militer, sejak selasa kemarin hingga saat ini, Duterte akan mengerahkan pasukan militernya untuk terus mengawasi wilayah tersebut.

 

 

Berita sebelumyaMengundurkan Diri, Ahok Kembalikan Uang Operasional Rp 1,28 Miliar
Berita berikutnyaTrump : Negara-negara anggota NATO harus penuhi kewajibannya