Rodrigo Duterte mengancam warganya agar tidak merokok, Melanggar akan dipenjara.

0
232

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengancam warga Filipina untuk tidak merokok di tempat umum atau di luar rumah, jika melanggar akan dihukum dan denda yang sangat besar. Tapi warga disediakan tempat khusus bagi yang ingin merokok. Kebijakan ini sudah ditanda tangani pada hari Kamis 18 Mei 2017.

Dilansir dari City AM, Jumat 19 Mei 2017, warga yang melanggar kebijakan ini akan dihukum penjara selama empat bulan dan denda sekira Rp 1,4 juta. Duterte sendiri diketahui dulu ia seorang perokok  aktif. Namun kini ia telah berhenti dan menginginkan warganya untuk mengikutinya untuk meninggalkan kegiatan yang tidak sehat dan merusak tubuh.

Ternyata kebijakan baru ini direspon positif, bahkan banyak warga Filipina yang siap berhenti dan meninggalkan rokok, dengan alasan hukuman dan denda yang besar. Bukan hanya waganya, Institut Tembakau Filipina (PTI), menyatakan mendukung kebijakan tersebut dan mengakui kebijakan ini memiliki tujuan  yang baik bagi kesehatan. Demikian pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat 19 Mei 2017.

Kebijakan ini sebetulnya sudah dirancang tahun lalu, tapi terhambat karena perlawanan korporasi. Dan akan dijalankan tahun ini, perintah eksekutif mengatur panduan yang ketat untuk area khusus merokok, mengatur area iklan rokok, dan juga larangan merokok di area publik, area yang dilarang merokok diantaranya di sekolah, pom bensin, area penyimpanan makanan, rumah sakit, dan tangga darurat. Larangan juga berlaku untuk penjualan, distribusi dan pembelian produk tembakau dari dan untuk anak di bawah umur tidak diperbolehkan.

Kebijakan ini berimbas pada saham produsen rokok ternama di Filipina, LT Group Inc yang membuat anjlok 4,4% usai berita larangan merokok ini dipublikasikan di media setempat. Namun bagi Maricar Limpin, Direktur Eksekutif Action on Smoking and Health Philippines, mengatakan “Ini kemenangan bagi kita. (Perintah) Ini menyoroti perlunya melindungi orang-orang dari paparan keras pada perokok pasif,” ucapnya.

Selain menerapkan kebijakan larangan merokok, Duterte sebelumnya menerapkan kebijakan tegas terkait peredaran narkoba. Pengedar maupun pemakai akan ditembak mati. Badan Hak Asasi Manusia (HAM) internasional bahkan menyebut sekira 7.000 ribu orang telah tewas dalam operasi pemberantasan narkoba ini. “Kalau anda terlibat narkoba, maaf saja. Saya harus meminta maaf kepada keluarga anda karena anda akan dibunuh,” kata Duterte.

 

Berita sebelumyaBenzema Berulah Lagi
Berita berikutnyaPemerintah Tetapkan Aturan Baru Guna Menambah Produksi Bawang Putih