Bukan Hanya Karet, Asing Bisa Kuasai 100% Bisnis Printing Kain dan Rajut, Paku hingga Baut

0
28

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat memberikan kebebasan bagi Penanaman Modal Asing (PMA).

PMA yang sebelumnya dibatasi 30%, 20%, 49%, 67%, saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan PMA bs kuasai bisnis dengan nilai investasi 100%.

Tak tanggung-tanggung,asing bs menguasai 100% investasi di 54 swktor bisnsi.

Ini tak lepas dari kebijakan pemerintah menetapkan relaksasi aturan daftar negatif investasi (DNI) dengan membuka perusahaan yang bergerak di 54 bidang kegiatan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan keputusan itu setelah dilakukan evaluasi oleh kementerian terkait.

“PMA [penanaman modal asing] 100% tadinya dia hanya 30%, 20%, 49%, 67%, sekarang 100%, setelah evaluasi adalah 54 bidang kegiatan KBLI,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jumat (16/11).

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, memaparkan sejumlah sektor industri yang membuka PMA hingga 100% itu.

“Kami membuka agar investor bisa masuk. Beberapa adalah industri printing kain dan rajut, bidang usaha kemitraan kopra, kecap, kayu, susu kental, paku, mur, baut, kita buka saja. Lalu, crumb rubber [karet] kami buka,” katanya di Istana Kepresidenan, Jumat (16/11).

Sementara itu, berdasarkan dokumen Paket Kebijakan Ekonomi Tahap XVI, dinyatakan bahwa relaksasi DNI bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing agar investasi mengalir ke RI.

Kebijakan DNI disebut juga harus lebih promotif sehingga perlu adanya relaksasi persyaratan keterbukaan berbagai bidang usaha dan pemberian fasilitas.

Adapun, seperti tertera di dalam dokumen itu, keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia misalnya bidang usaha industri farmasi obat jadi (investasi di atas Rp 100 miliar), jasa survei migas, jasa pemboran migas di laut, pengolahan susu, kayu lapis, dan pengusahaan pariwisata alam.

Berita sebelumyaAnies Beri Lampu Hijau Reuni 212
Berita berikutnyaMantan Komisioner KPU Pertanyakan Jokowi Jujur Menang Pilpres 2014