Dari Door to Door, Kini Miliki Ratusan Mitra

0
27

Pengalaman adalah guru terbaik, demikian juga yang dirasakan Tri Hastuti, seorang ibu rumah tangga yang bermetamorfosa menjadi seorang womenprenreur. Pengalamannya selalu membeli baju anak saat hangout, menginspirasinya berjualan baju anak. Hanya dengan modal satu jutaan, wanita berhijab ini mulai jualan baju anak branded secara door to door pada ibu-ibu arisan, pengajian hingga teman-teman sekolah anaknya.

‘Setiap kali jalan ke mall, lihat model baju anak yang lucu-lucu dan menggemaskan, ditambah lagi kalau ada diskon, emak-emak mana yang tidak tergoda beli baju anak, padahal tidak ada rencana,’ jelasnya

Tak hanya jualan keliling dan membuka toko di rumahnya, Tri Hastuti berjualan pakaian anak branded yang diperolehnya dari supplier di pinggir jalan saat sunday market. Satu setengah tahun berlalu, pemilik brand Azzhalea Kidswear ini akhirnya memiliki modal untuk menyewa sebuah ruko yang 2 tahun kemudian berhasil dibelinya.

Berbagai jenis pakaian anak branded pria dan wanita usia 1-12 tahun dijual dengan harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu/pieces. “Pakaian yang kami jual pakaian bermerek seperti yang banyak dijual di toko modern. Ditambah dengan merek kami sendiri yakni D’lea,’ tambahnya.

Selain berjualan di toko, Tri Hasturi juga aktif mengikuti bazar, menyebar brosur, website www.klikbajuanak.com, media sosial, group WhatsApp hingga merambah ke channel penjualan di market place. Tak hanya itu, guna menarik konsumen, Tri Hastuti kerap memberikan promo beli 1 gratis 1.

Kini ribuan Agen dan Distributor terdaftar sebagai Mitra Azzhalea Kidswear. ‘Namun karena sifatnya tidak mengikat, ya banyak juga yang tidak aktif. Mungkin ratusan saja yang aktif yang tersebar se-Indonesia,” ungkap Tri Hastuti.

Tak hanya berbisnis pakaian anak branded, kini Tri Hastuti merambah pasar hijab dengan menawarkan pastan (pashmina instan) dengan brand Azzhalea Hijab yang bisa dilihat di www.hijabku.co.id. “Karena negara kita ini (Indonesia) mayoritas penduduknya adalah muslim dan Alhamdulillah saat ini sudah banyak yang berhijab. Otomatis kebutuhan jilbab semakin banyak,’ ujarnya.

Bersyukur. Meski terbilang sukses membangun bisnis dari rumah, tak lantas melupakan kodrat Tri Hastuti sebagai ibu 3 anak dan istri dari Ridwan Mahmudi. ‘Itulah kenapa saya memilih membuka usaha yang dekat dengan rumah, supaya tidak perlu meninggalkan anak. Saya bisa bekerja sambil mendampingi anak–anak,’ tandasnya.

Sementara itu, Tri Hastuti memanfaatkan akhir pekannya berkumpul dirumah dan terkadang keluar rumah untuk makan hingga liburan bersama keluarga.

Tri Hastuti mengatakan jika diawal menjalankan usahanya ia harus mengalami berbagai penolakan, ditipu konveksi, agen hingga supplier yang cukup mempengaruhi mentalnya. Namun besarnya support keluarga dan mimpinya menjadikan usahanya menjadi besar, kembali membangkitkan semangat yang sempat kendur.

‘Terkadang ada rasa lelah dan jenuh, tetapi mengingat jalan panjang yang sudah kami lalui, masa iya menyerah. Allah sudah memberikan, sudah seharusnya kami mensyukurinya dengan terus berusaha semaksimal mungkin,’ pungkasnya.

Berita sebelumyaGempa 5,2 SR Menggoyang Lebak Banten
Berita berikutnya9 Ruas Jalan Ini Masih Berlaku Sistem Ganjil Genap