Wanita Dibalik Majunya Bisnis Waralaba Di Indonesia

0
30

Lima belas tahun mengarungi bisnis bukan waktu yang pendek. Pasang surut bisnis pun pernah dirasakan Levita Supit, Ibu tiga anak yang sukses membahagiakan keluarga, mengurusi bisnis tanpa melupakan pertemanan dengan kawan sosialtenya. Seperti apa kiprah dari bisnis women yang sekaligus super mom ini?

Levita supit begitu nama wanita cantik berkulit putih yang ramah saat berbincang dengan Berkabar.ID belum lama ini. Ditengah kesibukannya cukup padat, wanita pemilik beberapa jenis bisnis ini meluangkan waktunya berbagai pengalaman bisnis yang telah dijalanianya selama 15 tahun terakhir.

“Saya memulai bisnis sejak 15 tahun yang lalu. Bisnis pertama saya itu di bidang kuliner berkonsep franchise. Alasan saya memulai bisnis kuliner tak lepas dari hobi keluarga saya untuk berkuliner mencoba berbagai jenis makanan di tempat yang baru,” tutur wanita kelahiran 22 Mei 1966 ini.

Levita mengatakan, bisnis kulinernya berjalan lancar. Tak heran ia sangat enjoy menjalani bisnis ditengah kesibukannya mengurusi anak dan suami. “Yang membuat saya semakin semangat, bisnis kuliner saya ini bisa balik modal dalam waktu hanya 10 bulan saja. Its Amazing,” ujarnya tersenyum. Bagusnya respons pasar, menarik istri dari Andrew Supit ini membuka beberapa outlet bisnis kuliner di beberapa tempat yang strategis.
Lepas menguasai bisnis kuliner Levita tertarik menjajal peruntungannya dengan membuka bisnis klinik kecantikan.

“Wanita mana yang nggak mau tampil cantik and chic?,” imbuh wanita yang selalu tampil cantik ini. Sama dengan usaha kuliner, di bisnis kecantikannya ini, juga berkonsep franchise.

Wanita yang hobi kuliner dan mencoba hal-hal baru ini mengatakan jika bisnis kuliner dan kecantikannya berkembang sangat pesat baik di Jakarta, Cirebon, Cilegon hingga Bintan. Selain kedua bidang bisnis tersebut, Levita juga kembali membuka bisnis-bisnis berikutnya mulai dari Spa, Training Center, Properti hingga bisnis Perkebunan. “Kalau ada yang tertarik sih cukup bayar franchise fee sekitar Rp 350 jutaan,” ujar owner klinik kecantikan Andaru Anti Aging & Spa ini.

Strategi Marketing. Pemilik binsis kuliner Resto Ayam Tulang Lunak, Ita Suki dan lainnya ini mengatakan jika beberapa bisnis yang dijalaninya itu memiliki segmentasi pasarnya masing-masing.

“Kalau kuliner targetnya keluarga dan anak-anak muda. Kalau klinik kecantikan targetnya ibu-ibu dan anak remaja. Sedangkan untuk bisnis Spa targetnya keluarga, dan kalangan ekspatriat,” tutur ibu dari tiga anak ini.

Menghadapi ketatnya persaingan pasar diberbagai lini bisnis, wanita yang sangat paham dengan seluk beluk bsinis berkonsep franchise ini selalu gencar melakukan berbagai jenis promosi menarik secara online maupun digital baik menawarkan produk, paket-paket treatment bekerja sama dengan kartu kredit dan institusi tertentu..

Tak hanya mengurusi bisnis, Levita juga aktif di organisasi perhimpunan waralaba dan lisensi (WALI) sehingga ia ditunjuk sebagai Ketua Umum organisasi yang menaungi ratusan bisnis waralaba di Indonesia.

Sebagai Ketua WALI, Levita tentu memiliki program utama memajukan bisnis franchise di Indoensia. Berbagai kegiatan pun digelar guna meningkatkan pengetahuan, brand awareness para pelaku bisnis franchise dan masyarakat umum seperti mengadakan pelatihan, seminar, FGD, gathering, road show ke daerah-daerah.

“Tujuannya untuk memajukan para pelaku bisnis agar bisnisnya berkembang. Bahkan kami men-support mereka sampai bisa go internasional,” ujarnya.

Guna mendukung bisnis franchise lokal goes to International, WALI kerap mengadakan Franchise Expo yang dihadiri berbagai negara seperti Amerika, Australia, Eropa, Jepang, Philipna, Thailand, Korea, Timur Tengah, Malaysia dan Singapura. “Kami juga membawa pelaku bisnis franchise Indonesia untuk ikut dalam ajang expo internasional seperti di Singapore, Malaysia, Philipina, Thailand, Australia, Perancis dan Amerika,” tambah owner bisnis Property 3A Residence ini.

Senang Berbagi dan Kuliner. Wanita ramah ini mengatakan begitu banyak pengalaman menarik yang telah dilaluinya selama berbisnis. Yang paling menyenangkan adalah bertemu banyak pebisnis lain baik di dalam dan luar negeri.

Baginya, bisa berbagi pengalaman dengan pelaku bisnis yang baru mulai dan mensupportnya adalah kebanggaan tersendiri. “Ada kepuasan tersendiri disaat kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga bagi teman-teman sosialite, banyak berbagi pengetahuan bisnis bagi mereka,” kata wanita.

Ditengah kesibukannya mengurusi bsinis dan organisasi franchise, Levita juga masih memiliki waktu berkumpul bersama keluarga hingga hangout bersama teman-teman sosialitanya. Ita mengatakan selalu menyediakan waktu bersama keluarga di hari Sabtu dan Minggu. Mulai dari ke Gereja, makan dan nonton bersama hingga liburan setiap bulan Juni dan Desember keluarnegeri bersama keluarga.

Saat liburan Levita kerap mencari dan mencoba berbagai jenis kuliner yang memiliki potensi untuk dibuka dan dikembangkan di Indonesia. “Liburan sekalian mengunjungi anaks aya yang kuliah di Amerika,” ungkap ibu dari Kezia Alexandra Supit, Ashley Samantha Supit dan Alexander Supit ini.

Guna menyeimbangkan aktivitas bisnis, sosial dan sebagai super mom, Levita harus disiplin dalam mengatur waktu sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana. “Dalam memanage waktu saya dibantu staff mengatur schedule dan mengingatkan waktu saya yang kebablasan kalau udah ngobrol tentang bisnis dengan orang lain, ” ujarnya tertawa.

Ke depan, Levita berharap jika bisnis-bisnis yang telah berjalan 15 tahun ini bisa dilanjutkan kedua buah hatinya. “Saya lihat kedua anak-anak saya punya talenta dan insting bisnis yang cukup tajam. Makanya saya mulai melibatkan anak-anak di bisnis-bisnis yang saya jalankan. Dengan melibatkan anak-anak dalam tim, saya harap perkembangan bisnis berputar lebih maksimal, pungkasnya.

Selain berkumpul dengan keluarga, Levita juga selalu menyempatkan diri bersosialisasi dengan temen-teman sosialitenya. “Saya punya waktu hangout bersama teman-teman. Biasanya hari Jumat. Semua waktu saya atur sebaik mungkin sehingga bisa menikmati semuanya, ” paparnya.

Berita sebelumyaRupiah 15.000/US$, Rizal Ramli: Pelemahan Masih akan Berlanjut
Berita berikutnyaPasar Transportasi Helikopter Subur, Menhub Sebut Ada 29 Perusahaan yang Beroperasi