Dirut Mandiri: Sudah Saatnya Indonesia Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1

1
401

Rencana redenominasi atau penyederhanaan mata uang rupiah seperti timbul dan tenggelam. Bank Indonesia (BI) sendiri berencana memangkas tiga nol di belakang uang rupiah, seperti dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 dalam waktu cepat.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, redenominasi memang sudah seharusnya dilakukan indonesia lantaran nilai mata uang rupiah dianggap terlalu banyak.

“Jadi secara prinsip bagus. Karena mata uang Indonesia itu kan kecil sekali ya. Misalnya Rp 100.000 itu cuma US$ 8. Sehingga orang Indonesia kalau mau bayar Rp 100 miliar itu banyak sekali persediaan duitnya,” ucap Tiko, sapaan akrabnya, saat paparan publik kinerja triwulan II-2017 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Namun demikian, Wirjoatmodjo menyadari perlu ada masa transisi lama untuk realisasi redenominasi. Perbankan sendiri harus menyesuaikan bila angka nol kemudian dihilangkan dari mata uang rupiah.

“Jadi memang sudah saatnya re-evaluasi dari mata uangnya. Tapi enggak boleh buru-buru, karena nanti ganggu transaksi pembayaran di dalam negeri,” ungkap Tiko.

“Itu kan masalah administratif saja, kan uang itu mau disimplifikasi. Memang nanti harus ditarik uang di bawah Rp 1.000, dan harga barang juga harus diubah,” katanya lagi.

Dia mengungkapkan, india pun sempat mengalami kendala di awal pelaksanaan redenominasi.

“Maka kalau kami beri pandangan nanti harus ada transisi agar tidak kaget. Karena di India pernah tuh, pernah redenominasi, itu cukup signifikan. Itu agak kaget awalnya di sana,” pungkas Tiko.

Berita sebelumyaTrik Agar Koneksi Jaringan Android Stabil
Berita berikutnyaTerima Gelar Adat Sunda, Menteri Susi Minta Maaf Kalau Bahasa Sundanya Kasar

Comments are closed.