Bank Mandiri Membuka Sistem Pembayaran Tol untuk Bank Lain

0
276

Oktober mendatang, pembayaran jalan tol tak bisa lagi menggunakan uang tunai, harus membayar menggunakan uang elektronik. Pembayaran non tunai ini diharapkan bisa dibuka seluas-luasnya untuk bank lain.

Artinya, penerbit kartu pembayaran tol nantinya tidak terbatas hanya bank BUMN saja, melainkan juga Bank atau lembaga keuangan lain yang selama ini belum bergabung, bisa ikut berpartisipasi menerbitkan kartu pembayaran tol.

Saat ini Bank Mandiri masih memiliki kontrak ekslusif dari Jasa Marga hingga 2018 untuk pengelolaan Gardu Tol Otomatis (GTO). Sehingga, Bank Mandiri harus siap-siap membuka ‘kunci’ sistem pembayaran yang dimilikinya agar bisa membaca kartu elektronik dari bank lainnya.

“Ya itu akan dibuka juga untuk bank lain, tapi memang tergantung dari kesiapan Badan Usaha Jalan Tol dan masing-masing bank yang akan masuk ke sini,” ujar Direktur Digital Banking dan Teknologi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans,┬áKamis (4/5/2017)

Menurut dia, hal yang sedang dibicarakan adalah konsep aggregator untuk pemrosesan transaksi. Dia mencontohkan, jika banyak bank masuk ke tol, maka proses settlement dan reconciliation di BUJT akan menjadi lebih banyak dan kompleks.

Dia menambahkan, idealnya ada semacam clearing house sehingga BUJT dan bank-bank hanya connect ke clearing house atau aggregator tersebut.

Sekadar informasi, bank yang memiliki uang elektronik dan bisa ikut serta di pembayaran non tunai tol antara lain Bank Central Asia (BCA) bernama Flazz, Bank Mega bernama MegaCash, Bank DKI bernama Jack Card.

Kemudian bank BUMN lain, Bank Negara Indonesia (BNI) TapCash, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Brizzi dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga mengeluarkan prepaid card bernama Blink yang merupakan co branding bersama Bank Mandiri.

Berita sebelumyaWhatsApp Lumpuh, Penyebabnya Masih Misterius
Berita berikutnyaPGN Bakal Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris