Luhut Binsar Panjaitan : Hampir 50 Persen Sistem Logistik Di Pelabuhan Tidak Efisien

0
256

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar, menilai Sistem Logistik Nasional Dinilai Belum Efisien. Ia merasabelum puas dengan sistem logistik nasional, dikarenakan saat ini biasa logistik di Indonesia masih terlalu tinggi.

“Dwell time memang berhasil diturunkan 3 hari sekian itu. Akan tetapi saya pribadi belum puas. Karena ternyata kami cek biayanya masih tinggi,” ujar Luhut di Ruang Sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5/2017).

Selain itu, Luhut mengungkapkan bahwa masih terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak efisien di pelabuhan. Menurutnya, salah satunya pada kegiatan pemindahan kontainer dari truk ke kapal. Sehingga, hal ini lah yang menyebabkan biaya logistik masih tinggi.

“Hampir 50 persen (yang inefisien). Studi McKinsey menunjukkan inefisiensi di pelabuhan itu Rp 720 triliun,” jelas dia.

Maka dari itu, Luhur meminta kepada Direksi Pelindo I, II, III, dan IV untuk terus melaporkan perkembangan sistem logistik. Bahkan, Luhut akan meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan sanksi untuk mencopot Direktur Utama Pelindo, jika biaya logistik masih dilihat terlalu tinggi.

“Habis lebaran saya minta Pelindo harus lapor. Saya sudah bilang Bu Rini, kalau macem-macem ganti saja. We have to make choice,” tutup Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar, menilai Sistem Logistik Nasional Dinilai Belum Efisien. Ia merasabelum puas dengan sistem logistik nasional, dikarenakan saat ini biasa logistik di Indonesia masih terlalu tinggi.

“Dwell time memang berhasil diturunkan 3 hari sekian itu. Akan tetapi saya pribadi belum puas. Karena ternyata kami cek biayanya masih tinggi,” ujar Luhut di Ruang Sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5/2017).

Selain itu, Luhut mengungkapkan bahwa masih terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak efisien di pelabuhan. Menurutnya, salah satunya pada kegiatan pemindahan kontainer dari truk ke kapal. Sehingga, hal ini lah yang menyebabkan biaya logistik masih tinggi.

“Hampir 50 persen (yang inefisien). Studi McKinsey menunjukkan inefisiensi di pelabuhan itu Rp 720 triliun,” jelas dia.

Maka dari itu, Luhur meminta kepada Direksi Pelindo I, II, III, dan IV untuk terus melaporkan perkembangan sistem logistik. Bahkan, Luhut akan meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan sanksi untuk mencopot Direktur Utama Pelindo, jika biaya logistik masih dilihat terlalu tinggi.

“Habis lebaran saya minta Pelindo harus lapor. Saya sudah bilang Bu Rini, kalau macem-macem ganti saja. We have to make choice,” tutup Luhut.

Berita sebelumya4 Hal Sederhana Yang Bisa Menyehatkan Mata Kalian
Berita berikutnyaQualcom Singkirkan Samsung!