Darmin: Pemerintah Akan Kaji UU Terkait Dengan Harga Pangan, Yang Memainkan Harga Akan Kena Pidana!

0
218

Maraknya oknum-oknum yang sering memainkan harga bahan pangan membuat Pemerintah geram, akhirnya Pemerintah mengkaji pembentukan Undang-undang (UU) terkait dengan harga pangan. Dengan adanya UU ini, diharapkan tidak ada lagi oknum yang berani memainkan harga bahan pangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Mesekipun pemerintah sudah memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET), namun selama ini penentuan harga pangan lebih banyak diserahkan pada pasar. Hal itulah yang membuat harga pangan tertentu mudah bergejolak, terlebih saat momen seperti Ramadhan dan Lebaran.

“Memang kita sudah puluhan tahun pola pikirnya tidak seperti itu (penentuan harga yang sama), di mana pedagang itu hidup dari perbedaan-perbedaan harga. Orang di kita itu Lebaran harga mesti naik, kan itu di otak orang begitu. Puasa mesti naik,” ujar dia di Jakarta, seperti ditulis Rabu (14/6/2017).

Jika sudah ada UU yang mengatur harga pangan, maka pihak-pihak yang mencoba memainkan harga akan dikenakan pasal pidana. Dengan begitu, orang akan berpikir ualng jika ingin memainkan harga pangan.

“Padahal kalau ada UU seperti itu, mengubah harga bisa pidana urusannya. Karena sudah begitu lama kita pola pikirnya pedagang boleh memainkan harga, maka mungkin perlu. Padahal di negara lain, naikkan harga tidak jelas urusannya bisa pidana,” jelas dia.

Namun, untuk membuat UU tersebut tidaklah cepat dan mudah, dibuthkan kajian secara mendalam untuk meminimalisir kesalahan. Hal ini karena ada banyak kebijakan pemerintah dan kebiasaan pelaku usaha yang perlu disesuaikan. Meski demikian, tanpa adanya UU tersebut Darmin menjamin pemerintah akan terus berupaya mengendalikan harga pangan.

“Kalaupun itu dibuat, perlu transisi. Perlu masa untuk menyesuaikan. Enggak mudah itu. ‎Saya tidak suka berandai-andai. Jadi pokoknya plus minus ya begitu. Bagaimana ke depan itu urusan politik. Mari kita ya sejauh ini mencoba mengendalikan harga ya dengan mekanisme yang tidak sekeras itu. Mekanisme itu (UU harga pangan) keras,” tutup Damin.

Berita sebelumyaInilah PTN Dan Program Studi Yang Paling Diminati Di SBMPTN 2017
Berita berikutnyaCCTV Pria Wafat dalam Sujud Saat Tarawih di Masjid Tebet Jakarta Ini Bikin Merinding!