Tahun 2018. Neraca Perdagangan Terburuk Sejak 1975

0
29

Direktur Statistik Distribusi BPD Anggoro Dwitjahyono menjelaskan selama Indonesia merdeka neraca perdagangan telah mengalami defisit sebanyak enam kali. Yaitu, pada 1945, 1975, 2012, 2013, 2014, dan 2018.

Menurutnya, angka defisit neraca perdagangan pada tahun 2018 menjadi yang paling besar semenjak tahun 1975. Total angka defisit neraca perdagangan tahun 2018 sebesar US$ 8,57 miliar.

Angka defisit itu didapat dari total ekspor Indonesia sepanjang 2018 mencapai US$ 180,06 miliar. Sementara impor di bulan yang sama tercatat US$ 188,63 miliar.

“Ya memang 2018 ini (defisit) memang besar,” kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1).

“Kalau kita mundur ke belakang, ada defisit di 2012 mengalami defisit US$ 1,7 miliar, 2013 defisit US$ 4,08 miliar, 2014 defisit US$ 1,89 miliar, 1975 defisit US$ 391 juta. 1945 defisit, tapi kita angkanya terputus di 1945,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti mengatakan, defisit yang terjadi pada masa silam tidak sebesar yang terjadi di tahun 2018.

“Nggak, kayanya ini (2018) yang paling besar. Tapi sejak kapannya ini kita belum mau menyebut,” kata Yunita.

Berita sebelumyaMendagri Akui Perannya dalam Kasus Korupsi Meikarta
Berita berikutnyaMedan Magnet Bumi Berubah, Pengaruhi Navigasi Pesawat, Kapal Laut serta Data Google Maps