Impor Gula 4,6 Juta Ton, Indonesia Kalahkan Amerika dan China

0
21

Statmen menteri perdagangan Enggar Lukito yang mengatakan gula dalam negeri yang berwarna cokelat tidak diminati produsen minuman bersoda Coca-Cola belum lema ini jelas sangat tidak berpihak pada petani. Enggar lebih memilih impor gula rafinasi dari luar negeri guna memenuhi kebutuhan industri juga konsumsi masyarakat.

Merujuk hal tersebut,Institute for Development of Economics and Finance atau Indef mengkritik sikap Enggar yang dominasi impor gula yang dilakukan pemerintah. Ekonom Senior Indef, Faisal Basri menyebut, Indonesia telah menjadi negara pengimpor gula terbesar di dunia.

Ia mengatakan bahwa saat ini, posisi Indonesia telah menyalip Amerika Serikat dan China. Biasanya, Indonesia selalu berada di peringkat ketiga atau keempat sebagai pengimpor gula terbesar.

“Saya kaget juga, melihat data statistik bahwa Indonesia sudah menjadi importir terbesar di dunia. Sebelumnya, kan enggak terbesar,” kata Faisal di acara diskusi ‘Manisnya Rente Impor Gula’ di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (14/1).

Ia menjelaskan, impor gula itu memang meningkat sejak 2009, atau sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, dia menegaskan bahwa peningkatan impor gula tertinggi itu terjadi pada 2016.

“Meroket 2016. Saat Enggar jadi Mendag (Menteri Perdagangan), tahun berapa? Nah, semenjak Enggar itulah, jadi saya sebut nama aja. Nih, panjat tebing aja kalah,” ujar Faisal sambil menunjukkan kurva peningkatan impor gula pada 2016.

Berdasarkan data pusat statistik, Faisal mengatakan, impor gula masih menunjukkan peningkatan. Impor gula pada Januari-November 2018, mencapai 4,6 juta ton atau senilai US$1,66 miliar, angka ini meningkat dibanding periode yang sama 2017 sebesar 4,48 juta ton.

Menurutnya, peningkatan impor ini lebih cepat ketimbang peningkatan kebutuhan gula dalam negeri. Ia mengaku heran pemerintah mengimpor, padahal stok masih banyak.

“Jangan ditambah kuotanya, kalau banyak stoknya. Kalau di gudang pedagang memang menipis, tetapi di gudang pabrik banyak. Makanya, harganya agak turun,” kata dia.

Berita sebelumyaJK Luhut Kompak Sebut Biaya LRT Mahal
Berita berikutnyaTanpa Diskriminasi, Aher Sebut Prabowo Orang yang Sangat Mencintai Indonesia