Ambil Alih Freeport dengan Utang Rp 58 Triliun, Fadli Zon: Ini Kebijakan Sontoloyo

0
15

Media dihebohkan dengan kabar dibayar lunasnya divestasi saham PT Preeport Indonesia sebesar 51% dari utang senilai Rp 58 trilun. Selain pengamat ekonomi Faisal Basri yang mengatakan divestasi adalah goblok, Lain halnya dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang mengatakan ini kebijakan sontoloyo.

Fadli menilai, pemerintah Indonesia mestinya tidak perlu mengambil alih 51,2 persen saham PT Freeport. Mengingat PT Freeport hanya menyewa lahan milik Indonesia yang kontraknya akan rampung tahun 2021 mendatang. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang puluhan triliun.

“Saya tidak menyebut itu pengambilalihan, itu kebijakan yang sontoloyo. (Mestinya) Kita tunggu saja, kalau waktunya kita gratis. Untuk apa ngeluarin uang sampai puluhan triliun, kalau tidak salah Rp 55 triliun dan itu utang lagi. Mengambil alih dengan utang, ini kebijakan sontoloyo,” tegas Fadli Zon, Sabtu (22/12).

Fadli mengungkapkan, seharusnya pemerintah bisa lebih bersabar hingga dua tahun ke depan. Mengingat, pembicaraan kontrak baru dimulai tahun 2019.

“Seharusnya kita berpikir cerdas, jangan sampai keluar uang untuk mengambil alih sesuatu yang merupakan milik kita. Kalau sudah milik kita kok diambil alih itu kan lucu. Jadi mestinya kita tunggu, wong Freeport itu akan habis tahun 2021. Untuk apa kita membeli saham milik kita sendiri,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Fadli mengatakan, pemerintah sudah salah kaprah. Seolah-olah ingin membangun nasionalisme. Padahal membuat utang baru yang jumlahnya sangat. Langkah pemerintah ini justru sangat merugikan kepentingan nasional.

“Jadi ini menurut saya betul-betul kebijakan sontoloyo,” tandasnya.

Berita sebelumyaErupsi Anak Krakatau Diduga Penyebab Tsunami Selat Sunda
Berita berikutnyaTsunami Terjang Panggung Seventeen di Gathering PLN