Akrobatik Tarif Pesawat Naik 70-80% Dianggap Tak Wajar

0
24
Foto: Garuda Indonesia

Ada Apa dengan harga tiket pesawat domestik dan industri penerbangan Indonesia?, demikian petikan kata pembuka seorang nettizen Audy Joinaldy di akun facebooknya. Seorang pengusaha costumer setia penerbangan ternama di Indonesia ini mengeluhkan akrobatik tarif penerbangan yang melangit dan dianggapnya tidak wajar karena naik sampai 70-80%. Pria yang terbang 8-10 kali dalam sebulan atau sudah terbang 102 kali dalam 2018 ini merasakan fenomena kenaikan tarif 1-2 bulan terakhir.

Pria yang selalu megurus pembelian tiket penerbangannya sendiri paham betul berapa kenaikkan yang wajar saat peak season seperti akhir tahun maupun lebaran. “Saya yakin ini bukan soal peak season saja, bukan soal membeli tiket terlalu mepet dengan keberangkatan atau hal-hal dalam batas kewajaran lainnya, tapi saya yang awam ini menduga sedang terjadi perubahan mendasar dalam pengaturan tarif maskapai di indonesia,” tanyanya.

Pengusaha yang biasanya menggunakan business class Garuda Indonesia ke berbagai tujuan, tidak lagi dengan saat ini. Menurutnya harganya not worth it sama sekali.

Keluhan serupa disampaikan banyak relasi pengusaha lainnya yang selalu terbang dengan business class. Bahkan mereka menurunkan standar ke kelas ekonomi dengan harga yang hampir serupa dengan kelas bisnis.

“Sekarang jangan kan naik business class, kelas ekonominya saja saya merasa sayang. Saat ini karena benar-benar kelewatan mahalnya. Praktis 2-3 bulan terakhir sangat jarang saya terbang dengan Garuda, padaha saya adalah pemegang Platinum Card/Sky Team Elite Plus selama 6 tahun belakangan,” tulisnya.

Berdasarkan indormasi beberapa agen penjualan tiket, harga tket penerbangan ada yang sudah mencapai dua kali lipat (100 persen) harga pada low season. Dari informasi petugas reservasi di PT Lintas Barito Express dan PT Samudera Gemilang Angkasa, harga tiket dari Banjarmasin ke Jakarta di Desember ini sudah berkisar mulai Rp 800 ribu hingga Rp 1,4 juta.

Selain itu, rute penerbangan populer lainnya dari Banjarmasin yaitu tujuan ke Surabaya sudah berada di kisaran harga Rp 600 ribu hingga Rp 1,3 juta.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan langkah tersebut dilakukan agar industri pesawat terbang tidak merugi dan gulung tikar. Luhut berharap kebijakan tersebut lebih agar industri penerbangan bisa bertahan di tengah lonjakan harga avtur dan dolar Amerika Serikat (AS).

“Supaya jangan collapse,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Menhub Budi Karya akan menaikkan tarif bawah dari yang tadinya 30% menjadi 35%.

“Naikkin bawahnya saja 35%, naiknya 5%,” ungkap Budi Karya

Berita sebelumyaBPS: Defisit Neraca Perdagangan November Melebar US$ 2,05 Miliar
Berita berikutnyaSukses Jualan Online dengan Optimasi Backlink