Fenomena Harga BBM: Cepat Naikkan Harga, Lambat Turunnya

0
19
Foto: Pertamina.com

Sejak era pemerintahan Jokowi, harga bahan bakar minyak (BBM) akan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia (harga pasar). Artinya harga BBM akan naik dan turun seperti harga pasar.

Harga minyak mentah yang sempat menyentuh angka tertinggi hingga US$ 85 per barel kembali turun menjadi US$ 60 per barel. Jika pemerintah menaikkan harga Pertamax CS saat harga pasar naik, sudah seharusnya pemerintahan Jokowi juga menurunkan harga BBM saat harga pasar kembali turun.

Mengacu pada kondisi ini, apakah harga BBM non subsidi bakal turun? VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina akan evaluasi harga BBM.Pertamina tak akan terburu-buru menyesuaikan harga.

Menurut Adiatman Pertamina tak langsung menaikkan harga jual BBM saat minyak mentah melambung, begitu juga saat harga BBM turun tak langsung menyesuaikan harga.

Apalagi harga minyak mentah juga masih di atas harga patokan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Aditama berdalih berpatokan pada harga asumsi kita APBN US$ 48 per barel, walaupun turun masih belum sesuai dengan perkiraan awal, tapi kata kuncinya evaluasi terus, dan tidak terlalu buru-buru naik atau turun.

Saat ditanya mengenai lamanya evaluasi, Adiatma hanya menjawab perubahan harga tidak hanya mengacu pada harga minyak mentah, tapi juga menyangkut daya beli masyarakat.

“Ya kita banyak pertimbangan selain harga itu sendiri, daya beli masyarakat dan lain-lain yang menyebabkan harga BBM naik atau turun,” sambungnya.

Dia menekankan, Pertamina terus melakukan evaluasi. Yang pasti, kata dia, harga minyak dunia saat ini masih di atas patokan Pertamina.

Berita sebelumyaKonspirasi Dibalik Kemah 2M
Berita berikutnyaJokowi Tak Tepat Katakan Tabok Didepan Rakyat Banyak