Pemerintah Tambah Utang Rp 584,97 T Setahun

0
15

Berdasarkan data dan fakta dalam laporan realisasi APBN yang dilansir Kamis (15/11), uang Pemerintah pusat hingga Oktober 2018 tercatat sebesar Rp 4.478,57 triliun.

Angka tersebut naik dari realisasi bulan September 2018 yakni Rp 4.416,3 triliun, namun melesat dari angka Oktober 2017 yang hanya Rp 3.893,6 triliun.

Artinya, dalam kurun waktu setahun, Pemerintah telah menambah utang sebesar Rp 584,97 triliun.

Berdasarkan data yang sama, total utang Pemerintah Pusat tersebut terdiri dari pinjaman senilai Rp 833,92 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp 3.644,65 triliun.

Pengamat ekonomi dari Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno Salamudin Daeng menyatakan bahwa selain APBN yang gagal mecapai target, sektor keuangan Indonesia secara keseluruhan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo mengahadapi masalah yang sangat serius.

“Mengapa? Ini dikarenakan utang pemerintah dan swasta yang semakin besar baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Salamudin

“Sekarang pemerintah dan swasta saling bersaing untuk menyelamatkan diri masing masing. Bahkan pemerintah menetapkan bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito perbankkan, dalam rangka mencari uang untuk menambal ABPN. Tindakan pemerintah ini akan mempercepat ambruknya sektor keuangan, khususnya perbankan nasional,” tutup Salamudin.

Berita sebelumya4 Tahun Mati Suri, Merpati Siap Mengudara Tahun 2019
Berita berikutnyaDituding Tak Punya Program Jelas, Kubu Prabowo Tantang Debat Tim Ekonomi Jokowi