PMK 35/2018, Aturan Baru Soal Tax Holiday

0
121
Kantor Direktorat Jenderal Pajak. (Klik Kalbar)

Direktorat Jendral (Dirjen) Pajak Resmi meluncurkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/2018 yang mengatur soal kemudahan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday).

Dari beleid tersebut, mengatur terkait soal kemudahan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday). Ada lima poin penting dalam PMK ini.

Pertama, dengan aturan baru, prinsipnya bukan lagi Wajib Pajak baru. Jadi, perusahaan lama yang ingin ekspansi bisa juga mengajukan tax holiday.

Kedua, di aturan sebelumnya, persentase pengurangan tax holiday memiliki range 10 persen sampai 100 persen. Dengan aturan baru ini, pengurangan dipukul rata dengan single rate 100 persen.

“Pengurangan PPh badan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sebesar 100 persen dari jumlah Pajak Penghasilan badan yang terutang,” tulis Pasal 2 ayat (2) aturan tersebut.

Ketiga, jangka waktu yang sebelumnya 5-15 tahun, sekarang memiliki threshold tersendiri sesuai nilai penanaman modalnya.

Di antaranya selama lima tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit sebesar Rp 500 miliar dan paling banyak kurang dari Rp 1 triliun.

Selama tujuh tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit sebesar Rp 1 triliun dan paling banyak kurang dari Rp 5 triliun.

Selama 10 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit sebesar Rp 5 triliun rupiah dan paling banyak kurang dari Rp 15 triliun.

Selanjutnya, selama 15 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit sebesar Rp 15 triliun dan paling banyak kurang dari Rp 30 triliun.

Selama 20 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit sebesar Rp 30 triliun.

Keempat, soal transisi yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, yakni 50 persen selama 2 tahun. Hal ini diatur dalam Pasal 2 ayat (4) PMK ini.

Jadi misalnya dapat tax holiday 20 tahun dan sudah selesai, tahun ke-21 dia bayar 50 persen dari PPh badan terutang, tahun ke-22 bayar 50 persen. Tahun selanjutnya baru 100 persen normal,.

Kelima, tambahan cakupan industri. Sebelumnya hanya ada delapan menjadi 17 industri. Tujuh belas industri ini antara lain:

1. industri logam dasar hulu (besi baja dan bukan besi baja) dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

2. industri pemurnian dan/atau pengilangan minyak dan gas bumi dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

3. industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, atau batubara dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

4. industri kimia dasar anorganik dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

5. industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

6. industri bahan baku farmasi dengan atau tanpa turunannya, yang terintegrasi;

7. industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya seperti semikonduktor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau LCD yang terintegrasi dengan industri pembuatan komputer;

8. industri pembuatan komponen utama peralatan komunikasi seperti semikonduktor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau LCD yang terintegrasi dengan industri pembuatan telepon seluler {smartphone}

9. industri pembuatan komponen utama alat kesehatan yang terintegrasi dengan industri pembuatan peralatan iradiasi, elektromedikal, atau elektroterapi;

10. industri pembuatan komponen utama mesin industri seperti motor listrik atau motor pembakaran dalam yang terintegrasi dengan industri pembuatan mesin;

11. industri pembuatan komponen utama mesin seperti piston, cylinder head, atau cylinder block yang terintegrasi dengan industri pembuatan kendaraan bermotor roda empat atau lebih;

12. industri pembuatan komponen robotik yang terintegrasi dengan industri pembuatan mesin manufaktur;

13. industri pembuatan komponen utama kapal yang terintegrasi dengan industri pembuatan kapal;

14. industri pembuatan komponen utama pesawat terbang seperti engine, propeller, rotor, atau komponen struktur yang terintegrasi dengan industri pembuatan pesawat terbang;

15. industri pembuatan komponen utama kereta api seperti engine atau transmisi yang terintegrasi dengan industri pembuatan kereta api;

16. industri mesin pembangkit tenaga listrik, termasuk industri mesin pembangkit listrik tenaga sampah; atau,

17. infrastruktur ekonomi.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaErupsi Merapi Belum Ganggu Penerbangan Rute Solo
Berita berikutnyaHarga Cabai Merah Mulai Naik