Dolar Makin Perkasa, Pemerintah Tahan Penerbitan Obligasi dan Surat Utang Negara

0
130
Mata uang rupiah dan dolar AS. (Hellopet)

Kementerian Keuangan menjelaskan pemerintah mengeluarkan kebijakan guna menahan nilai tukar rupiah yang terus anjlok.

Salah satunya, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara pemerintah urung menerbitkan obligasi dan surat utang negara (SUN). Sebab, langkah itu menunggu stabilnya pasar sendiri.

“Ya memang penerbitan obligasi valas itu harus mencari waktu yang tepat, penerbitan obligasi valas itu harus mencari waktu dimana pasar itu stabil. Pastinya kita akan menghindari mengeluarkan bond. Kayaknya tidak ada yang dalam jangka waktu dekat,” katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Selain itu, kata dia Karena biasanya investor lebih wait and see kalau volatilitas tinggi. Kalau dia wait and see, biasanya dia lebih causious, kalau dia causious biasanya impactnya nanti ke harga. “Jadi kita memang berusaha menghindari itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.028 dibanding posisi sebelumnya Rp13.993 per dolar AS.

“Adanya potensi peningkatan inflasi di Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor pemicu dolar AS menguat, karena peningkatan inflasi akan mendorong tingkat suku bunga The Fed naik,” kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyabada di Jakarta.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaJelang Ramadan, Harga Telur Ayam Merangsek Naik
Berita berikutnyaApril 2018, Cadangan Devisa Indonesia Turun US$ 1,1 Miliar