Sambut Ramadan, Ini Tips Cegah Saldo Rekening Minus

0
157
Suasana gairah berbelanja di pusat perbelanjaan pada saat Bulan Ramadhan. (Dok. JawaPos.Com)

Bulan suci Ramadan adalah bulan penuh berkah. Meskipun penghasilan meningkat, namun sering kali kita susah mengontrol pengeluaran. Sehingga saldo rekening selalu minus pada akhir bulan.

Penyebab utamanya yaitu pengeluaran yang terjadi ternyata lebih besar daripada pemasukan. Saat Lebaran, kita akan mendapat gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang besarnya bisa 1 kali atau bahkan 2 kali gaji bulanan.

Meskipun demikian, patut diingat bahwa gaji adalah arus kas masuk rutin yang tugasnya untuk membayar segala pengeluaran rutin. Misalnya untuk membayar listrik, cicilan rumah, uang sekolah bulanan anak, hingga belanja bulanan.

Sedangkan THR merupakan arus kas masuk tidak rutin yang tugasnya untuk membayar pengeluaran musiman, seperti biaya mudik lebaran, hadiah lebaran, dan juga tambahan dana untuk investasi atau membuat saldo dana darurat menjadi lebih ideal. Sayangnya, yang masih dilakukan kebanyakan orang adalah mencampuraduk antara gaji bulanan dan THR. Kemudian, semua pengeluaran berasal dari kumpulan uang tersebut.

Mengutip dari situs resmi Bank Permata, Perencana Keuangan Prita Ghozie dari ZAP Finance memberikan beberapa trik yang dapat Anda lakukan supaya bulan puasa kali ini lebih baik dalam hal finansial dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertama

Membuat rencana pengeluaran. Dalam 1 bulan, atur waktu untuk berbelanja keperluan makan sahur, berbuka, dan juga untuk kebutuhan lainnya. Belanja kebutuhan pokok gula pasir, minyak goreng, beras, dan lainnya dapat dilakukan di awal bulan selagi harga masih stabil.

Kedua

Membuat alokasi pos pengeluaran. Disiplin dalam pengeluaran menjadi kunci penting agar bulan puasa Anda sukses juga dalam hal finansial. Belanja pakaian dan aksesoris boleh saja, namun pastikan anggarannya berasal dari gaji bulanan yang memang Anda terima. Jumlahnya, usahakan tidak melebihi 10 persen dari penghasilan.

Ketiga

Mengatur jadwal silaturahmi dan berbuka puasa. Momen yang paling banyak membutuhkan dana adalah pengeluaran untuk berbuka puasa bersama keluarga, teman, dan lainnya yang umum dilakukan di luar rumah. Buatlah alokasi anggaran sesuai gaji Anda. Usahakan jumlahnya tidak melebihi 20 persen dari gaji Anda sebulan.

Keempat

Membayar keperluan lebaran dengan THR. Pengeluaran untuk makanan lebaran, baju lebaran, mudik, dan hantaran sebaiknya diambil dari alokasi Tunjangan Hari Raya. Jadi, apabila Anda berbelanja dengan bantuan kartu kredit, pelunasan tagihan sebaiknya diambil dari alokasi THR.

Tambahan tips, saat berbelanja carilah promo diskon dari kartu kredit atau pun kartu debit Anda. Gunakan juga poin reward dari kartu kredit yang mungkin dapat membuat Anda berhemat beberapa Rupiah untuk pembelanjaan selama bulan puasa.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaMasih Merugi, Garuda Indonesia Tutup Rute ke Amerika Serikat
Berita berikutnyaMakin Agresif, Tiongkok Pasang Rudal di Laut Cina Selatan